Cerita Pria Lawan Gas Beracun Saat Renang Evakuasi Jasad di Kawah Ijen

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 18:39 WIB
Pria yang berenang di Danau Kawah Ijen mendapat penghargaan. Ia melakukan aksi heroik yakni mengevakuasi jenazah temannya yang menjadi korban gelombang tsunami.
Penambang belerang, Ahmad Arifin (59)/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Ahmad Arifin (59) bercerita lebih banyak soal aksi heroiknya berenang di Danau Kawah Ijen untuk mengevakuasi jenazah temannya. Termasuk soal bagaimana ia berjibaku melawan gas beracun.

Danau Kawah Ijen dikenal sebagai danau terasam di dunia. Suhu rata-rata air kawah sekitar 30 sampai 40 derajat celsius. Namun warga Kecamatan Licin, Banyuwangi ini nekat berenang ke danau kawah, agar jasad sahabatnya Andika bisa segera dievakuasi.

Menurut Ahmad, suhu Danau Kawah Ijen saat itu sekitar 40 derajat celsius. Saat pertama kali kakinya dimasukkan ke danau, ia merasakan panas. Lalu ia menyiramkan air danau ke tubuhnya.

"Panas saat itu. Setelah melepas baju dan tinggal celana dalam, saya turun ke danau. Saya seka tubuh saya dengan air danau. Panas, tapi setelah itu saya langsung renang ke (menuju) tubuh Andika yang tenggelam," ujarnya kepada detikcom, Kamis (4/6/2020).


Air Danau Kawah Ijen ini, imbuh Ahmad, seperti air aki. Sebab, barang apapun dipastikan hancur setelah terkena air tersebut.

"Besi atau baja saja kalau kena air itu hancur. Ya tidak langsung hancur tapi jika direndam di sana selama beberapa waktu pasti hancur," terangnya.

Ia menambahkan, bau belerang di permukaan danau kawah berwarna hijau itu juga terbilang tajam. Bahkan, ia juga merasakan adanya bau gas beracun di beberapa titik yang ia lalui saat berenang.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2