Dikeramatkan Warga, Punden di Mojokerto Ternyata Candi Warisan Majapahit

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 12:41 WIB
Punden di Mojokerto Ini Ternyata Candi Warisan Majapahit
Punden dikeramatkan ternyata candi peninggalan Majapahit (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)

Wicaksono memperkirakan Situs Kademangan merupakan candi peninggalan zaman Majapahit akhir. Karena situs ini teletak cukup jauh dari kota raja Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Dugaan itu diperkuat dengan banyaknya temuan fragmen tembikar di sekitar Situs Kademangan. Beberapa pecahan tembikar berupa ukel. Yaitu hiasan atap rumah pada zaman Majapahit.

"Dari bentuk bata dan batunya ini diperkirakan dari Majapahit akhir abad ke 15-16 masehi. Fragmen tembikar menunjukkan adanya masyarakat pendukung di sekitar candi. Karena pecahan tembikar banyak ditemukan warga di sekitar punden," cetusnya.

Candi di Situs Kademangan, kata Wicaksono, dibangun menggunakan kombinasi bata merah dan batu andesit. Teknik pembangunan situs ini mirip dengan Petirtaan Jolotundo di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

"Bagian dalamnya tersusun dari bata merah, kemudian dilapisi batu andesit sebagai bagian kulit. Kombinasi ini seperti di Petirtaan Jolotundo. Bagian pondasinya menggunakan struktur bata dengan lapisan terluar batu andesit," ujarnya.

Untuk memastikan bentuk bangunan dan fungsi candi tersebut, menurut Wicaksono, Situs Kademangan harus diekskavasi. Hanya saja, sejumlah pohon besar yang tumbuh di area situs menjadi tantangan tersendiri jika ekskavasi digelar. Karena akar-akar pohon berpotensi masuk dan merusak struktur candi.

"Kalau diekskavasi, saya yakin berpotensi ditemukan arca atau mungkin hiasan relief yang masih tersisa di bagian bawah. Karena gundukan ini berada 8-10 meter dari permukaan tanah yang saat ini. Kelihatannya bangunannya masih cukup berdiri," tegasnya.

Sayangnya, Situs Kademangan belum menjadi prioritas ekskavasi BPCB Jatim tahun ini. Menurut Wicaksono, pihaknya akan mendulukan penggalian arkeologis di Situs Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

"Kami akan koordinasikan dengan Pemkab Mojokerto untuk pengamanan sementara situs ini," tandasnya.

Halaman

(fat/fat)