MUI Jatim Tidak Benarkan Salat Jumat 2 Gelombang

Faiq Azmi - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 14:21 WIB
masjid al akbar gelar salat jumat
Ilustrasi salat Jumat (Amir Baihaqi/detikcom)
Surabaya -

MUI Jatim tidak mengeluarkan fatwa salat Jumat dilakukan dalam dua gelombang di tengah pandemi COVID-19. Fatwa yang dikeluarkan MUI Jakarta soal memperbolehkan salat Jumat dua gelombang, menurut MUI Jatim, adalah sesuatu yang tidak benar.

"Kami jelas tidak membenarkan salat Jumat dilakukan dalam dua gelombang. Sudah jelas pedoman kita, MUI mempunyai fatwa sejak tahun 2000 yang mengatur tentang salat Jumat," kata Sekretaris MUI Jatim Ainul Yaqin kepada detikcom saat dimintai konfirmasi, Rabu (3/6/2020).

Ainul menjelaskan, sesuai dengan Fatwa Musyawarah Nasional VI tentang Pelaksanaan Salat Jumat 2 Gelombang di Tempat yang Sama, hukumnya tidak sah.

"Pelaksanaan salat Jumat dua gelombang atau lebih dari satu kali di tempat yang sama pada waktu yang berbeda hukumnya tidak sah. Walaupun terdapat uzur syar'i atau alasan yang dibenarkan secara hukum," jelasnya.

Dia menambahkan, orang Islam yang tidak bisa melaksanakan salat Jumat disebabkan suatu uzur syar'i hanya diwajibkan melaksanakan salat Zuhur.

Meski saat ini Indonesia dilanda wabah COVID-19, Ainul menegaskan, hal tersebut bukanlah hal yang menjadi pedoman agar salat Jumat dilakukan dalam dua gelombang.

"Kami tetap berpegang teguh pada Fatwa MUI Tahun 2000 tersebut. Intinya, MUI Jatim tidak membenarkan. Kita juga tahu Menag memberi peluang membuka rumah ibadah saat new normal. Kita mendukung kebijakan itu," tegasnya.

"MUI Jatim pada dasarnya juga telah mengimbau kepada masjid-masjid agar memiliki persyaratan protokol pencegahan COVID-19. Apalagi saat ini di rumah ibadah kan tidak lama. Yang penting tidak sakit, cuci tangan dengan sabun, bawa sajadah sendiri dan bermasker, itu sudah menjadi syarat untuk menegakkan salat berjemaah di masjid," pungkasnya.

(fat/fat)