Jejak Raja Girindrawardhana di Mojokerto, Penguasa Era Majapahit Akhir

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 09:17 WIB
Jejak Raja Girindrawardhana di Mojokerto, Penguasa Era Majapahit Akhir
Jejak Raja Girindrawardhana di Mojokerto (Foto: Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto -

Jejak kekuasaan Raja Girindrawardhana Dyah Ranuwijaya, penguasa zaman Majapahit akhir banyak ditemukan di Kabupaten Mojokerto. Bukti-bukti arkeologis tersebut memunculkan hipotesis keraton Majapahit yang disebut Dahanapura pada masa itu, tidak dipindahkan ke Kediri.

Jejak kekuasaan Raja Girindrawardhana banyak ditemukan di Desa Jiyu, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Salah satunya berupa patok batas berbahan batu andesit yang ditemukan Hariyono (40), warga setempat. Patok ini mempunyai dimensi tinggi 78 cm, lebar bagian bawah 22 cm bagian atas 19,5 cm, ketebalan bagian bawah 23 cm bagian atas 19,5 cm.

Pada salah satu permukaan batu ini terdapat ukiran beberapa simbol. Yaitu simbol bulan, matahari, dua telapak kaki, tongkat dililit ular, gunung, serta simbol amerta. Hariyono juga menemukan fragmen tembikar, keramik dan sejumlah uang logam kuno. Beberapa tembikar berupa pecahan selubung tiang bangunan dan ukel atau hiasan atap rumah. Seluruh temuan itu dia simpan di rumahnya sampai saat ini.

"Terserah BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) mau diapakan, yang penting saya sudah menyelamatkan. Saya berharap disimpan dan dirawat dengan benar demi kepentingan sejarah," kata Hariyono kepada detikcom di rumahnya, Rabu (3/6/2020).

Arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho telah mengecek benda cagar budaya yang ditemukan Hariyono. Menurut dia, batu patok batas memang banyak ditemukan di Desa Jiyu. Ukiran simbol-simbol pada batu tersebut ternyata mempunyai arti tersendiri.

Ukiran matahari dan bulan melambangkan penguasa siang dan malam, gunung melambangkan julukan Raja Gunung, telapak kaki melambangkan kekuasaan kerajaan, tongat dililit ular melambangkan perintah raja wajib dilaksanakan, serta amerta melambangkan sumber kehidupan. Kombinasi simbol yang sama juga ditemukan pada Prasasti Kembangsore di Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

"Beberapa batu patok batas yang ditemukan di Desa Jiyu mempunyai ciri khas peninggalan Raja Girindrawardhana Dyah Ranawijaya. Karena kombinasi simbol yang sama juga ditemukan di Prasasti Kembangsore yang dikeluarkan Raja Girindrawardhana. Sehingga tapal batas kami interpretasikan batu patok ini menjadi tanda batas wilayah kekuasaan Girindrawardhana," terangnya saat meninjau batu patok batas temuan Hariyono.

Selanjutnya
Halaman
1 2