Ini yang Lebih Berbahaya dari Gelombang 'Tsunami' Kawah Ijen

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 19:38 WIB
Ada dua penyebab terjadinya gelombang tsunami di Danau Kawah Ijen menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Yakni karena adanya pertemuan suhu berbeda serta terjadinya longsoran.
Kawah Ijen, Banyuwangi/Foto file: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Gelombang 'tsunami' di Danau Kawah Ijen terjadi karena adanya gelembung gas yang pecah. Gas yang terkandung dalam gelembung tersebut mengandung racun.

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gelembung itu terbentuk setelah terjadi pertemuan antara dua suhu berbeda. Yakni antara air kawah yang panas dan air hujan yang dingin.

PVMBG mengingatkan, yang paling berbahaya dari pecahnya gelembung tersebut bukan gelombang yang menerjang. Tapi gas beracun dari gelembung tersebut.


Dalam catatan 5 tahun terakhir di Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Ijen, gelembung gas beracun beberapa kali membuat orang jatuh pingsan. Baik warga maupun penambang belerang.

"Kejadian upwelling atau munculnya gelembung di permukaan terjadi pada 2015, 2017, 2018, 2019 dan 2020," ujar Hendra Gunawan, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat pada PVMBG kepada detikcom, Selasa (2/6/2020).

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2