Viral Jadi Klaster Baru COVID-19, BKD Jatim Ngaku Hanya Ketempatan

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 18:57 WIB
bkd jatim
BKD Jatim (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim viral menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Di BKD sempat digelar pelantikan pengawas dan Kepala sekolah tingkat SMA se Jawa Timur pada 20 Mei 2020.

Mengapa BKD diviralkan menjadi klaster baru? Karena salah satu pesertanya dari Mojokerto disebut meninggal dunia diduga karena COVID-19. Peserta tersebut sudah dimakamkan di Jombang.

Kepala BKD Jatim, Nurkholis mengatakan pihaknya hanya sebagai penyedia tempat. Sementara yang mempunyai hajat adalah Dinas Pendidikan Jatim.

"Dinas Pendidikan Jatim meminjam tempat dan yang melantik adalah kepala dinas. BKD menyediakan tempat," kata Nurkholis kepada detikcom, Selasa (2/6/2020).

Nurkholis menyebut di Gedung BKD sudah disiapkan protokol pencegahan COVID-19 sebanyak 4 tahap. Tahap pertama, pengunjung harus melewati bilik disinfektan, kemudian cuci tangan, dicek suhu thermal gun dan mencuci tangan hand sanitizer.

"Sudah sesuai protokol COVID-19. Saat itu ada 2 petugas Satpol PP yang mengecek thermal gun. Dinas pendidikan hanya nunut di tempat saya, sudah disiapkan cuci tangan 10 keran dan bilik disinfektan. Suhu di atas 37 derajat saja tidak boleh masuk," katanya.

"Jadi pelaksanaannya sesuai dinas pendidikan. Saya sebagai tuan rumah kami layani. Standar kami ketat. Pilihannya menggunakan BKD Jatim di sini mungkin karena lahan parkirnya luas. Selebihnya saya datang sebagai Kepala BKD sebatas undangan," imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, seluruh peserta pelantikan ialah pengawas dan kepala sekolah. Salah satu peserta dari Mojokerto dengan KTP asal Jombang meninggal dunia diduga karena positf COVID-19.

Pengawas tersebut sempat mendapatkan perawatan di RSUD Mojokerto dengan status konfirmasi positif COVID-19. Sedangkan jenazahnya telah dimakamkan di Jombang. Pesan viral itu juga menyebut jika peserta dari Mojokorto masuk dalam gelombang pertama dari 4 gelombang pelantikan. Sedangkan Jombang masuk dalam gelombang keempat. Informasi juga menyebut jika 20 peserta pelantikan asal Jombang akan melakukan rapid test pada Selasa 2 Juni 2020.

(iwd/iwd)