Abaikan Physical Distancing, Pemandian Umbulan Pasuruan Dipenuhi Warga

Muhajir Arifin - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 00:11 WIB
Tak takut corona, Warga Padati Pemandian Umbulan Pasuruan
Warga penuhi pemandian Umbulan (Foto: Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan -

Pemandian alam mata air Umbulan, Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan dipadati warga. Warga yang datang untuk mandi mengabaikan protokol kesehatan pencegahan virus Corona.

Pemandian alam yang airnya dikenal sangat jernih dan segar ini ramai pengunjung dalam dua hari terakhir. Selain bertepatan dengan hari ke-7 Idul Fitri atau yang sering disebut Lebaran Ketupat, juga karena libur panjang.

Para pengunjung sebagian besar tidak mengenakan masker. Mereka yang datang sebagian langsung menyewa ban untuk pelampung mandi di kolam. Sebagian lagi hanya langsung menceburkan diri ke kolam. Dan beberapa lagi duduk-duduk di warung-warung yang ada.

Para pengunjung terlihat sangat asyik menikmati suasana. Mereka mengabaikan protokol kesehatan pencegahan virus Corona terutama physical distancing.

"Kemarin dan hari ini sangat ramai. Nggak ada jaga jarak, seperti hari-hari biasanya (sebelum pandemi)," kata Eva, salah satu warga Umbulan, Senin (1/6/2020).

Salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya, Ubet, mengaku setiap Lebaran Ketupat selalu datang ke Umbulan. Pada tahun ini ia tidak bisa menolak keinginan anaknya yang ingin mandi di Umbulan.

"Sebenarnya takut sekali (Corona), tapi anak-anak ngajak ke sini. Ya tadi cari tempat yang agak longgar," katanya.

Kapolsek Winongan AKP Tohari mengatakan, tidak ada pengelola yang bertanggungjawab di kolam pemandian Umbulan. Pihak kepolisian berusaha semaksimal mungkin agar warga mematuhi protokol kesehatan.

"Kolam Umbulan tidak ada yang bertanggungjawab siapa kuasanya, tidak ada pengelolanya. Sehingga hasil kordinasi rencana ditutup sebagian untuk mengurangi pengunjung yang masuk. Tetapi masyarakat yang masuk tidak bisa dibendung, maka kami wajibkan pakai masker," kata Tohari.

Kolam Umbulan memang bukan lokasi wisata yang dikelola pemerintah daerah maupun swasta. Pengunjung yang datang tidak dipungut biaya. Kehadiran pengunjung mendatangkan rezeki warga sekitar yang berjualan kopi, gorengan dan makanan.

(fat/fat)