Polisi Bojonegoro Bikin Aplikasi Warga Terpapar Corona di Kampung Tangguh

Ainur Rofiq - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 18:16 WIB
kapolda jatim kunjungan ke bojonegoro
Foto: Ainur Rofiq
Bojonegoro -

Pandemi Corona membuat polisi di Bojonegoro membuat aplikasi berbasis android dan bisa diinstal. Inovasi aplikasi ini bisa digunakan sarana monitoring bagi warga berstatus ODR, OPD hingga PDP yang melakukan isolasi mandiri. Dan melaporkan kondisi kesehatannya pada tim gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Bojonegoro.

Aplikasi ini diberi nama BOSE yang memiliki arti Bojonegoro Sehat. Aplikasi ini diperkenalkan saat kunjungan Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Amran, di Kampung Tangguh Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, Senin (1/6/2020).

"Polres Bojonegoro berkerjasama dengan Tim Gugus Tugas COVID-19, dengan menggunakan aplikasi BOSE ini bisa berkomunikasi baik secara chating maupun secara visual. Selain itu, aplikasi ini bisa mengetahui keberadaan warga yang berstatus ODP, ODR dalam melakukan aktivitas selama isolasi," jelas Kapolres AKBP Budi Hendrawan di depan Kapolda Jatim.

Sementara di kampung Tangguh Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, terdapat warga yang terdampak virus Corona. Dengan rincian satu positif Corona meninggal, dua orang sembuh dan 7 orang PDP.

"Kami sampaikan di kampung tangguh Campurejo ini termasuk zona merah karena ada warga yang terpapar virus COVID-19, dan untuk kampung tangguh Desa Plesungan merupakan Zona Green. Pemdes bersama warga melakukan protokol COVID-19 dengan berbagai inovasinya supaya desanya tidak ada yang terdampak," papar Kapolres Bojonegoro.

Selain aplikasi BOSE, Kapolda Jatim juga dikenalkan dengan aplikasi cek bansos yang diberi nama SIBANTU. Aplikasi ini dibuat Pemkab Bojonegoro. Dengan aplikasi ini, masyarakat Bojonegoro bisa melakukan pengecekan terdaftar atau tidak dengan menggunakan nomor NIK untuk program bansos yang digulirkan oleh pemerintah.

Melihat dua aplikasi yang diluncurkan oleh Polres dan Pemkab Bojonegoro, Kapolda Jatim sangat mengapresiasi. Bahkan aplikasi ini akan segera disosialisasikan ke polres jajaran untuk mencontohnya.

"Setelah kita lihat, Polres Bojonegoro dan pemkabnya lebih siap dengan kampung tangguh nya. Ini bisa jadi contoh untuk yang lain kedepannya," tegas kapolda.

Kapolda juga menegaskan, virus Corona tidak akan mudah cepat hilang. Dengan kampung tangguh dan cara pendisiplinan yang akan digerakkan TNI, Polri dan pemerintah kepada masyarakat, nanti yang membuat semua lebih baik.

"Yang penting kita harus produktif, kita juga harus sehat, ini yang akan terus kita latihkan. Kampung Tangguh inilah salah satu basisnya. Selain nanti cara pendisiplinan yang akan dilakukan oleh teman teman bersama Polri, TNI dan Pemerintah yang akan mendisiplinkan masyarakatnya. Kalau disiplinnya datang dari masyarakat sendiri itu malah lebih baik. Kami mendukung masuknya New Normal," terangnya.

Dalam kunjungan kerja di Desa Campurejo, Kapolda Jatim juga didampingi oleh Wakapolda Djamal, dan para pejabat utama, Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah, dan Dandim 0813 Letkol Inf Bambang Hariyanto.

(fat/fat)