127 Anak dan Balita di Surabaya Terpapar COVID-19

Esti Widiyana - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 17:49 WIB
Kepala Dinkes Surabaya Febria Rachmanita
Febria Rachmanita ((Foto file: Esti Widiyana/detikcom)

Sedangkan jika melajukan isolasi mandiri di rumah akan dipantau oleh puskesmas setempat. Tapi tetap berdasarkan dari konsultasi dokter spesialis anak.

"Jadi, tetap terapi diberikan. Mereka nggak mungkin lepas dari orang tuanya, orang tuanya pasti yang ikut merawat," jelasnya.

Penyebab tertularnya anak, Feny mengatakan bisa terpapar oleh orang tuanya. Jika di Surabaya kebanyakan terpapar oleh orang tua.

Dia menjelaskan, jika orang tua positif Corona tetap harus menerapkan protokol kesehatan saat isolasi di rumah. Setiap akan memegang anak atau bayinya harus cuci tangan dan menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu.

"Sebelum dia pegang bayi atau anak harus pakai hand sanitizer kalau dua positif anak negatif. Setiap memegang bayi harus cuci tangan, pakai hand sanitizer," urainya.

"Kalau anak positif, ibu negatif, orang tua harus pertahankan imun. Ibunya imunnya harus kuat," pungkasnya.


(fat/fat)