Potret Suasana Malam di Kota Surabaya Saat PSBB Jilid 3

Faiq Azmi - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 00:06 WIB
PSBB Surabaya Jilid 3 sudah memasuki hari ke-6 saat malam hari
Suasana PSBB Surabaya Jilid 3 di malam hari (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

PSBB Surabaya Jilid 3 sudah memasuki hari ke-6. Di jalanan Kota Surabaya, banyak dijumpai warga yang ngontel atau bersepeda kemudian berkerumun nongkrong di pinggir jalan saat malam hari.

Pantauan detikcom di Jalan Tunjungan pukul 22.00 WIB, masih banyak ditemukan pengontel yang berkerumun nongkrong di pinggir jalan. Bahkan di antaranya mengabaikan physical distancing dan tidak memakai masker dengan benar.

Sementara di sekitar Taman Bungkul juga banyak pengontel yang masih duduk-duduk berkumpul di area taman. Di sekitaran Monumen Bambu Runcing juga tampak pengontel yang masih berkerumun.

PSBB Surabaya Jilid 3 sudah memasuki hari ke-6 saat malam hariPSBB Surabaya Jilid 3 saat malam hari/ Foto: Faiq Azmi

Salah satu pengontel bernama Hamdani mengatakan bosan di rumah dan memilih ngontel bersama teman kampungnya. Ia mengaku takut dengan Corona.

"Ya bosan, warung kopi tutup susah cari malam-malam. Daripada bosan diisi kegiatan positif ngontel. Kita juga pakai masker. Takut memang takut, tapi sudah jenuh (Di rumah)," katanya.

Pengontel lain, Arief mengaku berolahraga mencari keringat. Menurutnya, aktivitas ngontel sepeda adalah hal positif dan meningkatkan imun tubuh.

PSBB Surabaya Jilid 3 sudah memasuki hari ke-6 saat malam hariPSBB Surabaya Jilid 3 saat malam hari/ Foto: Faiq Azmi

"Positif kan berolahraga. Kalau olahraga kan meningkatkan imun tubuh menghindari Corona. Lagipula sudah rutin, 2 bulan ini ngontel semenjak ada Corona, karena jalanan sepi, ya bisa bareng-bareng teman nongkrong ngontel bareng," jelasnya.

Dalam PSBB, diatur jam malam tidak diperbolehkan keluar rumah dengan tujuan tidak jelas mulai pukul 21.00-04.00 WIB. Seperti, perdagangan, logistik, kesehatan, dan urusan lain yang dikecualikan dalam aturan tentang PSBB.

PSBB Surabaya Jilid 3 ini berlanjut lantaran dalam PSBB sebelumnya, jilid 1 dan 2 pasien positif Corona terus bertambah.

(fat/fat)