Ponpes di Banyuwangi Siap Terapkan Konsep New Normal Sambut Santri

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 31 Mei 2020 20:27 WIB
Ponpes di Banyuwangi Siap Terapkan Konsep New Normal Sambut Kedatangan Santri
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Sejumlah pengasuh dan pengurus pesantren di Kabupaten Banyuwangi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) siap terapkan konsep new normal menyambut kedatangan para santri. Sembari menunggu komando pemerintah pusat untuk mulai penerapannya, para pengasuh menyepakati sejumlah aturan new normal yang bakal diterapkan di lingkungan pondok pesantren.

Hal tersebut terungkap dalam rapat gabungan antara para pengasuh pesantren, PCNU Banyuwangi, Pemkab Banyuwangi dan Polresta Banyuwangi di aula Kantor PCNU Banyuwangi, Minggu (31/5/2020). Untuk itu, pada rapat tersebut diambil kesepakatan sejumlah aturan new normal.

"Kami ingin pada pertemuan ini, ada kesepakatan bersama untuk aturan new normal yang akan kita terapkan dalam membuka kembali pesantren-pesantren di Banyuwangi. Tidak mungkin dalam waktu lama pesantren terus ditutup. Kini banyak pesantren yang sudah berancang-ancang kembali mengaktifkan pendidikannya. Hal ini justru jangan menimbulkan permasalahan-permasalahan baru," ungkap Ketua PCNU Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini saat membuka rapat.

Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono memaparkan terlebih dahulu tentang COVID-19 dan penerapan new normal. Dari paparan tersebut, lantas disepakati sejumlah poin new normal yang harus dipenuhi pesantren saat akan aktif kembali.

Sejumlah kesepakatan yang dihasilkan di antaranya masing-masing PP yang akan menerima kedatangan santri akan lebih dulu dilakukan sterilisasi tempat dengan disemprot disinfektan yang akan dilakukan oleh pemerintah desa setempat.

"Pemerintah Desa siap untuk memback-up penyemprotan disinfektan di pondok-pondok," ungkap Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten (ASKAB) Banyuwangi Anton Sujarwo yang turut dalam rapat tersebut.

Selain itu, para santri yang berasal dari luar kabupaten, harus membawa surat keterangan sehat. Setibanya di pesantren harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jika dalam masa isolasi tersebut, ditemukan gejala maka harus melakukan rapid test. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh dr. Widji Lestariono.

"Para santri yang masuk juga harus menjalani isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari. Jadi begitu masuk tidak langsung aktif proses pembelajaran," jelas Rio.

Masing-masing pesantren juga harus membentuk satgas penanganan COVID-19 di tingkat pesantren. Para santri juga harus mulai membiasakan diri protokol kesehatan, seperti memakai masker, pembelajaran yang mengatur jarak, hingga pembiasaan cuci tangan.

Selanjutnya
Halaman
1 2