Warga Gili Ketapang yang Pulkam Lebaran Ketupat di Tengah Pandemi Turun 50%

M Rofiq - detikNews
Minggu, 31 Mei 2020 16:47 WIB
Tradisi Toron Atelas Ketopak atau pulang kampung lebaran ketupat
Pulau Gili Ketapang (Foto: M Rofiq/detikcom)
Probolinggo -

Warga Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, melakukan tradisi Toron Atelas Ketopak atau pulang kampung Lebaran Ketupat. Namun di tengah pandemi COVID-19, jumlahnya menurun hampir 50 persen.

Meski begitu, mereka tetap memadati penyeberangan Pelabuhan Tanjung Tembaga, Minggu (31/5/2020). Mereka pulang berkumpul dengan keluarga untuk merayakan lebaran ketupat. Mereka menaiki kapal motor dari Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo, menuju ke Pulau Gili Ketapang yang berjarak 5 mil. Total ada 50 kapal motor yang ditumpangi sekitar 30 orang.

Pantauan detikcom di lapangan, tradisi ini tak seramai tahun-tahun sebelumnya. Biasanya saat H plus 6 atau 7 lebaran, sekitar 1.000 orang perhari penumpang untuk lebaran ke Pulau Gili Ketapang. Namun saat ini hanya 500 orang saja.

Hal itu dibenarkan oleh Sujai, Koordinator penyeberang ke Pulau Gili Ketapang. Tahun sebelumnya, warga yang merayakan tradisi Toron Atelas Ketopak atau pulang kampung Lebaran Ketupat, akan memadati pelabuhan sejak H plus 6 dan 7 lebaran.

"Tidak seramai lebaran ketupat seperti tahun sebelumnya. Saat ini, setiap hari sejak ada wabah virus Corona, hanya 500 orang menuju ke Pulau Gili Ketapang. Itu terjadi sejak H+6 dan H+7 Idul Fitri," ujar Sujai saat dikonfirmasi.

Sementara Kasatpolairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno mengatakan, pihaknya terus memantau daya tampung kapal ke Pulau Gili Ketapang saat lebaran Ketupat. Pihaknya juga memantau protap keselamatan pelayaran. Di antaranya penumpang diwajibkan pakai rompi pelampung, sesuai SOP, jika nanti ditemukan nakhoda kapal motor tidak mematuhi aturan akan diminta balik ke pelabuhan.

"Ada kenaikan penumpang kapal motor menuju Pulau Gili Ketapang saat ini, sejak 3 hari terakhir terus kita pantau di penyeberangan hingga patroli laut, dan kita wajibkan seluruh penumpang dan kru kapal, untuk menggunakan life jaket sesuai SOP, untuk mengantisipasi laka laut," tegas Kasatpolairud saat ditemui di lokasi, Minggu (31/5/2020).

Sementara sesuai imbauan BMKG agar waspada cuaca buruk yang bisa terjadi di Laut Jawa dengan ketinggian 1 meter dan hujan intensitas tinggi akan terjadi di Jawa Timur, 3 hari ke depan.

(fat/fat)