Anak Tenaga Kesehatan COVID-19 di Jawa Timur Dijamin Masuk SMAN dan SMKN

Hilda Meilisa - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 21:42 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah jumpa pers di grahadi
Gubernur dan Kadispendik Jatim di Grahadi (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/detikcom)
Surabaya -

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN dan SMKN di Jawa Timur akan dibuka pekan depan. Sebagai wujud apresiasi, Pemprov Jatim memberikan kuota khusus untuk masuk sekolah negeri bagi anak dari tenaga kesehatan yang menangani COVID-19.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memaparkan hadiah ini diberikan agar para nakes bisa fokus menangani pasien COVID-19 di tengah PPDB.

"Mereka yang ada di Garda terdepan pada layanan COVID-19 ada tenaga kesehatan di dalamnya ada dokter, ada perawat sampai kepada sopir ambulans mereka akan mendapatkan kuota khusus bagi putra-putrinya dalam proses PPDB yang akan berjalan minggu depan," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (30/5/2020).

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wahid Wahyudi memaparkan pihaknya memberikan kuota 1% dari total siswa yang diterima di sekolah negeri di Jatim.

"Kami sudah melakukan analisis Jumlah rumah sakit rujukan di Jawa Timur itu ada 99 rumah sakit, jumlah tenaga kesehatan yang menangani langsung ke COVID-19 per rumah sakit itu rata-rata antara 10 sampai dengan 40 orang," papar Wahid.

"Kalau kami ambil yang maksimal saja per rumah sakit ada 40 orang yang terlibat langsung dalam penanganan COVID-19. Berarti ada 3.960 orang tenaga yang menangani COVID-19," imbuhnya.

Dari perhitungan tersebut, Wahid mengasumsikan ada 80% nakes yang memiliki anak di usia masuk SMA atau SMK. Maka, ada sekitar 3.168 putra putri tenaga kesehatan dalam usia masuk SMA atau SMK.

Namun, Wahid mengaku memberikan kuota lebih karena menyiapkan kuota 1% dari kapasitas total kursi yang ada.

"Jumlah kuota PPDB di Jawa Timur itu ada 1.542 SMA Negeri dan ada 2081 SMK Negeri. Kuota PPDB tahun 2020 ini mencapai 381.752 untuk menampung putra-putri tenaga medis se-jawa Timur ini kami siapkan 1% dari seluruh kota yang ada di Jawa Timur yaitu 3.817 kuota sehingga Insya Allah semua putra-putri dari tenaga medis yang ada di Jawa Timur bisa tertampung untuk masuk SMA Negeri dan SMK negeri yang diharapkan," pungkas Wahid.

(hil/fat)