Di Tengah Kenaikan Daging Ayam, Lumbung Pangan Jatim Tawarkan Harga Miring

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 17:38 WIB
lumbung pangan jatim
Warga belanja di Lumbung Pangan Jatim (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Harga daging ayam di pasaran kini mencapai Rp 40 ribu/kg. Lumbung Pangan Jatim berani menawarkan harga miring untuk membantu warga Surabaya dan sekitarnya.

Di Lumbung Pangan Jatim, masyarakat bisa berbelanja online maupun offline di Jatim Expo dengan harga yang berselisih jauh di bawah harga pasar. Di Lumbung Pangan Jatim yang merupakan program Gubernur Khofifah Indar Parawansa, harga daging ayam bisa didapatkan masyarakat dengan harga Rp 27 ribu/ekor.

Ketua Tim Pelaksana Lumbung Pangan Jatim, Mirza Muttaqien mengatakan, daging ayam yang dijual di sini sudah dalam bentuk karkas atau siap diolah. Hal ini merupakan bentuk kehadiran Pemprov Jatim untuk mengendalikan harga komoditas pangan dan menjamin ketersediaan bahan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

"Daging ayam yang kami jual bentuknya frozen dan siap olah. Harganya hanya Rp 27 ribu/ekor, stok kami melimpah dan siap menyuplai kebutuhan warga di tengah harga daging ayam yang tengah melonjak di pasaran," kata Mirza di lokasi, Sabtu (30/5/2020).

Setiap hari, Lumbung Pangan Jatim bisa menjual hingga 3 kuintal daging ayam karkas baik melalui penjualan online maupun offline di Jatim Expo. Penyediaan daging ayam ini dilakukan Lumbung Pangan Jatim dengan menyerap daging ayam dari peternak di Jombang dan juga Mojokerto.

Dengan harga daging ayam di pasaran yang tengah melonjak, Mirza menyebut bahwa terjadi kenaikan pembelian daging ayam karkas di Lumbung Pangan Jatim.

"Memang ada peningkatan pembelian untuk daging ayam hari-hari ini, karena memang kami menjual jauh di bawah harga pasar," ujar Mirza.

"Namun begitu, pelanggan butuh berapapun kami siap. Dan sesuai semangat dari ibu gubernur, komoditas pangan di sini kita jual di bawah harga pasar," imbuhnya.

Menurut Mirza, fluktuasi harga daging ayam memang terjadi setiap tahun setiap usai lebaran atau hari raya keagaaman. Oleh sebab itu, pemerintah lewat program lumbung pangan sudah mengantisipasi untuk menyediakaan komoditas daging ayam yang murah untuk disedikaan bagi masyarakat.

"Penyediaan komoditas dengan sistem ini kami yakini bisa menekan inflasi dan masyarakat pun akan tenang dan nyaman. Harga barang terjangkau dan ketersediaan bahan pangan terjamin," tandasnya.

Sebagai info berdasarkan data tanggal 29 Mei 2020, transaksi Lumbung Pangan Jatim secara keseluruhan tercatat sudah mencapai Rp 5,02 Miliar. Dengan komposisi penjualan offline mencapai Rp 4,2 miliar dan untuk penjualan online mencapai Rp 752,3 juta. Sejak dibuka pada tanggal 21 April 2020, Lumbung Pangan Jatim ini akan dibuka hingga tanggal 21 Juli 2020 mendatang.

(fat/fat)