Cerita Warga Situbondo Shock dan Menangis Dibohongi soal Karantina

Ghazali Dasuqi - detikNews
Sabtu, 30 Mei 2020 13:09 WIB
Puluhan Warga Reaktif dan Positif Corona di Situbondo Dijemput Petugas
Puluhan warga Situbondo dijemput petugas karena reaktif (Foto: Ghazali Dasuqi/detikcom)
Situbondo -

Langkah penjemputan warga positif COVID-19 dan reaktif hasil rapid test menyisakan masalah. Sebagian warga memprotes dan kecewa karena merasa dibohongi terkait karantina. Akibatnya, banyak warga yang shock dan menangis saat perjalanan menuju lokasi karantina, di Hotel Sidomuncul-1 di kawasan Wisata Bahari Pasir Putih Kecamatan Bungatan.

Ungkapan kekecewaan itu, salah satunya justru disampaikan Lukman Habsyi, Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kecamatan Situbondo. Melalui rekaman suara yang kini tersebar, Lukman menyampaikan kekesalannya. Pria yang juga ikut dijemput karena reaktif hasil rapid test ini mengaku kecewa dengan cara yang dilakukan petugas yang dianggapnya berbohong.

"Saya buat rekaman itu karena sudah tidak kuat. Caranya harusnya persuasif. Saya kasihan tetangga saya. Yang harusnya imunnya membaik, ini malah drop. Tadi malam sampai ada yang gemetar," kata Lukman Habsyi kepada detikcom, Sabtu (30/5/2020).

Melalui rekaman itu, Lukman menjelaskan, proses penjemputan dilakukan petugas dengan dalih akan dilakukan tes ulang kepada warga yang reaktif di kantor Pemkab Situbondo. Sebagai petugas yang menjalani isolasi mandiri, Lukman pun membantu mengontak para tetangganya. Sehingga, warga dengan suka rela dan kompak ikut.

Bahkan, sebagian warga ada yang sudah tidur. Rumah mereka pun digedor rumahnya hingga akhirnya ikut. Namun ternyata yang dilakukan petugas hanya kedok. Bukannya menuju kantor pemkab untuk dites ulang, namun justru dibawa ke Pasir Putih untuk dikarantina.

"Pada prinsipnya saya mendukung ketegasan pemkab menertibkan warga yang reaktif hasil rapid test untuk dikarantina. Cuma saya kecewa tindakan ini, karena caranya keliru. Kenapa harus dibohongi, kami bukan teroris. Tidak akan lari," ujar Lukman Habsyi.

Tonton juga 'Lebaran di Tempat Karantina, Opor Ayam Bantuan Jadi Obat Rindu':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2