Sembilan Nama Jalan di Surabaya Resmi Berganti

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 17:51 WIB
DPRD Kota Surabaya telah membentuk Pansus terkait perubahan sejumlah nama jalan. Ada delapan jalan yang diusulkan Pemkot Surabaya ke DPRD.
Ketua Pansus Perubahan Nama Jalan di Surabaya (Foto: Deny Prastyo Utomo/File)
Surabaya -

Pansus perubahan nama jalan akhirnya menyetujui perubahan 9 nama jalan di Surabaya dari 11 nama jalan yang diusulkan. Perubahan nama jalan tersebut disahkan dalam rapat paripurna pada Kamis (28/5).

"Sudah kemarin diparipurnakan. Jadi dari sebelas usulan. Pansus menyetujui sembilan," kata Ketua Pansus Perubahan Nama Jalan Khusnul Khotimah saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (29/5/2020).

Sembilan nama jalan baru itu adalah Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) berubah menjadi Jalan dr Muhammad Hatta, Jalan Timur Darmo Park menjadi Jalan Dr KH Idham Chalid. Sementara itu, Jalan Bintang Diponggo (Jalan Dukuh Kupang Selatan) menjadi Jalan Slamet Riyadi.

Jalan Sukomanunggal Jaya berubah menjadi Jalan Pangeran Antasari. Jalan Raya Satelit, Jalan Darmo Harapan I, Jalan Darmo Harapan III (sebagian) berubah menjadi Jalan Hasanuddin. Sedangkan Jalan Darmo Harapan III dan Jalan Darmo XII berubah menjadi Jalan Cut Nyak Dien. Sedangkan Jalan Singapore yang berada di dekat Stadion Gelora Bung Tomo diusulkan berubah menjadi Jalan KH Wahab Hasbullah.

Khusnul menambahkan ada dua usulan nama jalan yang oleh pansus untuk dilakukan peninjauan ulang yakni Jalan Bung Tomo yang akan diubah menjadi Jalan Cempaka dan Jalan Menganti diubah menjadi Jalan M Jasin.

"Untuk nama Jalan Bung Tomo kemarin kan banyak usulan dari masyarakat dan juga keluarga dari Bung Tomo untuk tidak melakukan perubahan. Akhirnya kita bersepakat tidak melakukan perubahan nama itu. Kemudian yang Jalan Menganti itu, kenapa kemudian tidak jadi karena dari pihak Polrestabes itu tidak sepakat kalau di sana," ungkap Khusnul Khotimah.

Khusnul menjelaskan dari perubahan sejumlah nama jalan tersebut ada kurang lebih 343 kepala keluarga yang terdampak. Untuk itu, secara teknis terkait perubahan nama jalan itu, Pansus DPRD Kota Surabyaa memberikan sejumlah rekomendasi kepada Pemkot Surabaya.

"Melakukan sosialisasi secara masif kepada mereka yang terdampak. Kemudian mereka menyiapkan posko pengaduan. Sekaligus hard copy, sekaligus juklisnya itu termasuk timeline kita minta kepada pemerintah kota yang sudah kita sepakati pada rapat Banmus," tandas Khusnul Khotimah.

(iwd/iwd)