Mal di Jatim Siap Buka Lagi dengan Protokol Ketat COVID-19

Faiq Azmi - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 16:07 WIB
tunjungan plaza
Seorang pengunjung di-thermal scanner (Foto: Faiq Azmi)
Surabaya -

Pemerintah pusat akan segera menerapkan new normal. Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan (APPBI) Jawa Timur, Sutandi Purnomosidi telah mengimbau kepada pemilik mal di Jatim untuk menyambut new normal dengan standar protokol COVID-19 yang ketat.

"Kami sifatnya di asosiasi hanya bisa mengimbau kepada anggota untuk menerapkan standar protokol COVID-19 saat mal buka di era new normal. Tapi sebagai percontohan di Jatim, mal yang ada di Pakuwon Group menjadi patokan mal saat new normal nanti," kata Sutandi kepada detikcom di Tunjungan Plaza, Kamis (28/5/2020).

Sutandi mengatakan APPBI Jatim tidak bisa menekan suatu mal untuk bisa menerapkan protokol yang sama dengan Pakuwon Group. Karena protokol di masing-masing mal adalah kebijakan manajemen masing-masing.

"Kami tidak bisa memastikan karena tergantung masing-masing manajemen dan tentunya evaluasi dari tim pun akan berdasarkan kesiapan masing-masing mal menjalankan protokol COVID-19," jelasnya.

Direktur Marketing Pakuwon Group ini menjabarkan protokol apa saja di Pakuwon yang juga menjadi tolak ukur nasional. Seperti menyiapkan bilik sanitasi di pintu masuk mal serta menggunakan alat thermal scanner.

"Nanti pada saat masuk ke mal, pengunjung harus melewati bilik sanitasi. Sekarang masih semprot, nanti akan kami ganti dengan ultraviolet, jadi tidak perlu khawatir kena semprot. Lalu kita sejak awal tidak menggunakan thermo gun, tetapi thermal scanner seperti di bandara. Kalau ada yang bersuhu 38 derajat alarm akan langsung bunyi," jelasnya.

"Selain itu kita juga meningkatkan persiapan fasilitas di pintu masuk seperti penambahan wastafel cuci tangan. Untuk saat ini sudah ada, kalau bilik UV sedang disiapkan, karena sejauh ini masih pakai semprot biasa. Tidak hanya pengunjung tapi juga karyawan semua dicek protokol ketat, siapa pun yang masuk mal. Masuk lift juga dipastikan ada petugas yang menekan tombol juga wajib masker, kalau gak pakai gak boleh masuk," lanjutnya.

Sutandi menambahkan protokol COVID-19 yang juga diterapkan di mal adalah pembatasan pengunjung. Indikator tersebut bisa dilihat dari tempat pakrir.

"Jika tempat parkir sudah berisi 50 persen, maka kita tutup. Lalu di store/butik dibatasi sesuai ukuran store tersebut. Katakanlah ukuran store 200 meter persegi. Maksimal yang ada di dalam 50 orang itu sudah termasuk karyawannya," terangnya.

"Tetapi pada kenyataannya, pengunjung mal saat ini tidak lebih dari 20 persen kapasitas. Yang jelas di APPBI Jatim, setiap anggota di asosiasi kami sudah kami imbau untuk menerapkan hal itu khususnya mirip dengan apa yang diterapkan Pakuwon Group," pungkasnya.

Simak video 'Pemerintah Sampaikan Kriteria Daerah Indikasi New Normal':

(iwd/iwd)