Wali Kota Malang: New Normal Bisa Batal Jika Warga Acuh Selama Masa Transisi

Muhammad Aminudin - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 15:51 WIB
Masa transisi menuju new normal menjadi tolak ukur kesiapan warga Kota Malang untuk menjalani tata kehidupan baru di tengah pandemi Corona. Seperti yang disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji.
Wali Kota Malang Sutiaji/Foto: Istimewa
Malang -

Masa transisi menuju new normal menjadi tolak ukur kesiapan warga Kota Malang untuk menjalani tata kehidupan baru di tengah pandemi Corona. Seperti yang disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji.

"Jadi, saya tegaskan ini bukan melonggarkan. Ini justru makin diperketat berkaitan dengan protokol COVID-19. Yang jadi harapan kita bersama adalah kita mulai berproses untuk kembali memutar roda ekonomi dan aktivitas sehari-hari secara normal," kata Sutiaji dalam keterangannya, Kamis (28/5/2020).

Sutiaji menambahkan, agar harapan tersebut menjadi kenyataan, maka kedisiplinan masyarakat menjadi kunci utama. Disiplin menggunakan masker, mengambil jarak dalam beraktivitas, mencuci tangan dengan sabun, olahraga dan berjemur sesaat di pagi hari. Kemudian setiap tempat usaha, tempat kerja, bisnis dan perdagangan melengkapi dengan standar protokol COVID-19.


"Maka masa adaptatif selama 7 hari yang diberikan Pemprov Jatim akan jadi rapor penilaian. Apabila tetap saja banyak yang acuh, bersikap mengabaikan dan tidak mau tahu, yang sederhana seperti tidak menggunakan masker. Maka bisa saja semua itu (new normal) dibatalkan. Yang akhirnya kembali kita tidak bisa leluasa beraktivitas, karena pasti akan diberlakukan lagi pengetatan," tutur Sutiaji.

Saat ini, kata Sutiaji, menjadi momentum penting untuk menunjukkan antara keinginan dengan komitmen kedisiplinan untuk dapat bergerak seiringan. Karena selama ini, Pemkot Malang terus mendengarkan keluh kesah warga karena tidak dapat berusaha, pendapatan yang terus menurun serta yang lainnya karena tidak dapat beraktivitas.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2