Hadapi New Normal, Wali Kota Blitar Harap Sekolah Buka Saat Tahun Ajaran Baru

Erliana Riady - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 10:16 WIB
Wali Kota Blitar Santoso
Wali Kota Blitar Santoso (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar - Kota Blitar menjadi salah satu wilayah di Jatim yang berhasil menekan penyebaran virus Corona. Wali Kota Blitar menyatakan siap memasuki era new normal. Dia berharap sekolah bisa kembali dibuka saat tahun ajaran baru Juli mendatang.

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, bukan suatu prestasi Kota Blitar masuk dalam wilayah yang mampu menekan penyebaran virus Corona. Justru warga Kota Blitar, harus meningkatkan sinergitas dan partisipasi masyarakat, untuk mempertahankan rendahnya angka paparan COVID-19.

"Kota Blitar dinilai mampu menekan penyebaran virus Corona. Namun jangan dibanggakan, jangan terlena. Skema penerapan protokol kesehatan harus kita tingkatkan. Apalagi dengan new normal life, tingkat pastisipasi warga dan sinergitas antar lembaga harus ditingkatkan," jelas Santoso kepada detikcom, Kamis (28/5/2020).

Data gugus tugas COVID-19 Pemkot Blitar per Rabu (27/5) tidak ada pasien PDP atau positif baru. Dari akumulasi tiga pasien positif, satu dinyatakan sembuh dan warga asli Kota Blitar. Sementara dua masih dirawat merupakan pendatang. Demikian juga dengan jumlah PDP, dari akumulasi empat, semuanya sudah selesai masa pengawasannya.

Melihat data ini, Santoso menilai Kota Blitar siap menjalani era new normal. Namun kebijakan yang bersifat struktural, masih tetap menunggu keputusan dan instruksi pusat. Pembentukan kampung tangguh menurut Santoso, akan menjadi embrio kesiapan masyarakat menjalani new normal life.

Lalu kapan Kota Blitar memulai new normal life, seperti membuka kembali lokasi wisata, kinerja ASN dan sekolah ? Santoso menjawab masih menunggu instruksi pusat.

"Kita lihat perkembangannya. Sampai saat ini pasar tradisional dan pusat perbelanjaan masih normal. Untuk ASN dan lain-lain, kita tunggu instruksi Kemendagri. Untuk sekolah, saya berharap bisa dibuka saat tahun ajaran baru. Kasihan juga anak-anak terlalu lama di rumah," tandasnya.

Santoso menambahkan, Kemendikbud berwacana akan kembali membuka sekolah saat tahun ajaran baru Juli mendatang. Bagi Santoso, hal itu tidak masalah asalkan setiap lembaga sekolah secara disiplin menerapkan protokol kesehatan bagi murid-muridnya.

"Asal disiplin pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak saya kira gak masalah. Kasihan juga anak-anak, mereka tidak bisa memenuhi kurikulum pendidikan kalau terlalu lama di rumah," bebernya.

Sesuai instruksi Kemendikbud, tahun ajaran 2020/2021 tetap dimulai pertengahan Juli 2020. Sedangkan pembukaan kembali sekolah menunggu kondisi aman dari dampak COVID-19 sesuai dengan keputusan Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan. (fat/fat)