Ada Laborat Tak Terima Sampel, Jatim Dapat Bantuan Mobil untuk Tes PCR COVID-19

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 19:19 WIB
Dirut RSU dr Soetomo dr Joni Wahyuhadi
Ketua Rumpun Kuratif Gugus COVID-19 di Jatim dr Joni Wahyuadi (Foto file: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Pemprov Jawa Timur mendapat dua bantuan mobil laboratorium Bio Safety Level 2 (BSL-2) dari pusat. Di mobil ini terdapat fasilitas untuk memudahkan pelaksanaan uji polymerase chain reaction (PCR) yang bisa mendeteksi penderita COVID-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan COVID-19 Doni Monardo memaparkan bantuan mobil ini diberikan karena ada satu laboratorium di Surabaya yang mengalami kerusakan.

"Sesuai perintah Presiden untuk melakukan testing yang masif, kebetulan di Surabaya Jawa Timur ada salah satu laboratorium mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa melakukan pemeriksaan," ujar Doni seperti dilihat dalam siaran langsung melalui akun YouTube BNPB, Rabu (27/5/2020).

Sebelumnya, beredar surat yang menyebut Institute of Disease Tropical (ITD) Unair hanya menerima sampel baru COVID-19 dari RS Unair saja. Dalam surat itu juga menyebut alasan ITD menerima sampel dari RS Unair saja lantaran ada beberapa tenaga laboratorium ITD yang terpapar virus Corona.

Sementara Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim dr Joni Wahyuadi mengatakan hari ini ada satu mobil yang sudah datang. Satu mobil lainnya rencananya akan datang Kamis (28/5).

"Kebijakan yang diterapkan ibu Gubernur 3T harus dijalankan, test, tracing dan treatment. Test masif kita jalankan, hari ini dari gugus tugas pusat ada dua mobil PCR, satu sudah datang, satunya besok," ungkap Joni.

Joni yang menjabat Dirut RSU dr Soetomo memaparkan mobil ini akan berkeliling di beberapa RS di Surabaya. Targetnya, dalam sehari bisa melakukan pemeriksaan PCR pada 500 orang.

"Mobil PCR kita sebar ke rumah sakit untuk melakukan tes PCR langsung. Hari ini ditargetkan 500an tes. Besok lebih banyak lagi karena ada 2 mobil. Hari ini kita lakukan PCR di RSUA, Insyaallah RS Haji dan RS darurat di samping laboratorium yang sudah digunakan," papar Joni.

(hil/fat)