Ini Klarifikasi RS Royal Tentang Viral Tweet Penanganan COVID-19 di Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 18:45 WIB
viral twitter penanganan covid-19 di surabaya
Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Akun twitter @cakasana membuat utas tentang bobroknya penanganan COVID-19 di Surabaya. Pembuat utas yang viral tersebut diketahui sebagai seorang dokter.

Dia adalah dr. Aditya C Janottama. Dr Aditya diketahui merupakan dokter Rumah Sakit Royal Surabaya. Utas yang dibuat dr Aditya membuat RS Royal membuat klarifikasi.

"Sehubungan dengan beredarnya thread yang dibuat oleh akun twitter @cakasana (Aditya C Janottama), maka pihak Rumah Sakit Royal Surabaya perlu mengklarifikasi serta menyatakan sikap," ujar Jubir RS Royal Surabaya dr Dewa Nyoman Sutanaya dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (27/5/2020).

Dewa mengatakan pemilik akun @cakasana merupakan karyawan Rumah Sakit Royal Surabaya yang bekerja di bagian IGD, sebagai Dokter Jaga IGD. Sehubungan dengan pernyataan bahwa Rumah Sakit Royal Surabaya tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya, dipastikan bahwa hal tersebut tidak benar dan menganggap peryataan tersebut adalah pendapat pribadi yang bersangkutan tanpa didukung data yang valid.

"Pihak Rumah Sakit Royal Surabaya tidak bertanggung jawab terhadap apapun yang menjadi pendapat atau pernyataan pribadi karyawan rumah sakit di media sosial maupun media lainnya," kata Dewa.

Namun demikian pihak rumah sakit menyayangkan adanya insiden tersebut yang dilakukan oleh karyawan rumah sakit di media sosial. Oleh karena itu, pihak rumah sakit akan menindaklanjuti dengan melakukan investigasi kepada yang bersangkutan.

"Dalam hal ditemukan adanya dugaan pelanggaran etik dan disiplin yang dilakukan, maka pihak rumah sakit akan melanjutkan kasus ini ke Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit Royal Surabaya," tegas Sutanaya.

Dewa memastikan bahwa pihak rumah sakit akan memberıkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di rumah sakit, berdasarkan rekomendasi dari Komite Etik dan Hukum Rumah Sakit Royal Surabaya.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," pungkas Dewa.

(iwd/iwd)