Cerita Pilu Pemudik yang Tak Bisa Lebaran Bareng Keluarga karena Dikarantina

Erliana Riady - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 08:37 WIB
Cerita Pilu Pemudik yang Tak Bisa Lebaran Bareng Keluarga karena Dikarantina
Seorang pemudik dikarantina (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Belasan warga Kota Blitar tak bisa merayakan Lebaran 2020 bersama keluarganya. Perasaan pilu mereka rasakan, karena tak bisa sungkem ke orang tuanya karena dikarantina.

Seperti yang dituturkan Sudarman kepada detikcom saat berkunjung ke Rumah Karantina Kota Blitar, Jalan Sumba. Warga Kecamatan Sukorejo ini rela naik kereta api (KA) paling malam dari Sidoarjo, tepat di malam takbiran, Jumat (23/5) malam.

Namun saya turun di Stasiun Blitar, petugas di check point mengantarnya ke rumah karantina milik Pemkot Blitar. Niatan sungkem kepada ibu kandungnya saat lebaran, harus pupus karena mengikuti protap penanganan Corona.

"Saya seperti anak durhaka. Baru tahun ini tak bisa sungkem sama ibu saya. Sebagai anak lelaki pertama dan orang tua tinggal ibu, saya merasa sangat sedih tidak bisa sungkem ibu pas lebaran," kata Sudarman usai ikut senam pagi bersama di rumah karantina, Rabu (27/5/2020).

Namun bagi pekerja bangunan ini, jelas Sudarman, masuk rumah karantina sebagai bukti kasih sayang pada ibu, istri dan kedua anaknya. Karena dia tidak ingin mereka yang dikasihinya terpapar virus Corona yang tanpa sengaja dibawanya dari Sidoarjo.

Berbeda lagi dengan Wiwik Sunarmi, warga Kauman Kecamatan Kepanjenkidul. Ibu ini bersama dua anaknya secara suka rela masuk rumah karantina sejak Kamis (21/5). Dia baru menunggu anaknya yang operasi jantung di RS Harapan Kita Jakarta, sejak tiga bulan yang lalu.

Tonton juga video 'Lebaran di Tempat Karantina, Opor Ayam Bantuan Jadi Obat Rindu':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2