Pasar Jember Ditutup, Pedagang Jualan di Jalan Tanpa Protokol Kesehatan

Yakub Mulyono - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 14:34 WIB
Puluhan pedagang menggelar lapak di Jalan Sultan Agung tanpa menerapkan protokol kesehatan. Mereka berjualan di jalan bekas ruko yang ambruk tersebut, karena Pemkab Jember menutup pasar tradisional untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Pasar dadakan di Jalan Sultan Agung di Jember/Foto: Yakub Mulyono

"Ya gimana lagi, kita nggak bisa mengingatkan mereka satu per satu. Kan mereka sendiri yang harusnya sadar kondisinya sekarang seperti apa," kata salah seorang pedagang yang enggan menyebutkan namanya tersebut.

Namun pria yang berjualan sayur itu masih memakai masker. Dia sengaja memakainya untuk mengantisipasi penularan COVID-19.

"Kalau saya memang kemana-mana pakai masker, termasuk saat jualan. Tapi kalau mengingatkan orang lain kan saya nggak enak. Ya sudah, jaga diri masing-masing aja," ujarnya.


Sementara salah seorang pengunjung, Yanto, mengaku tak sempat pakai masker karena terburu-buru. Dia juga berdalih datang ke tempat itu hanya sebentar.

"Terburu-buru, diminta istri untuk mengantar beli sayur, jadi nggak sempat pakai. Tapi cuma sebentar juga kok," ucap pria warga Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates itu.

Kepala Diskominfo Jember Gatot Triyono mengaku akan menindaklanjuti adanya pasar dadakan tersebut. Dia berjanji segera berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Jember.

"Saya masih rapat, akan saya komunikasikan ke tim sebagai bahan evaluasi dan tindaklanjuti berikutnya," ujarnya, Selasa (26/5/2020).

Halaman

(sun/bdh)