Pasar Jember Ditutup, Pedagang Jualan di Jalan Tanpa Protokol Kesehatan

Yakub Mulyono - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 14:34 WIB
Puluhan pedagang menggelar lapak di Jalan Sultan Agung tanpa menerapkan protokol kesehatan. Mereka berjualan di jalan bekas ruko yang ambruk tersebut, karena Pemkab Jember menutup pasar tradisional untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Pasar dadakan di Jalan Sultan Agung di Jember/Foto: Yakub Mulyono

Pemkab setempat memiliki program berjualan online untuk mempermudah pedagang dan pembeli saat berbelanja. Namun menurut Hendra itu tidak membantu. Bahkan dirinya pun tidak tahu jika ada program online tersebut.

"Saya tidak tahu ada jualan online itu, harapannya ya ada solusi terbaik. Tidak hanya menutup pasar gitu aja, tapi pedagang ini juga dipikirkan nasibnya bagaimana memenuhi kebutuhan hidup," katanya.

Sementara seorang pembeli Bu Edi Ngatiwan mengatakan, dengan adanya pedagang dadakan ini, dirinya merasa terbantu. Karena sekitar dua hari sebelumnya, ia bingung akan belanja kebutuhan sehari-hari karena pasar ditutup.

"Saya beli tomat dan sayuran untuk kebutuhan sehari-hari juga untuk bahan dagangan bakso, lalapan dan cilok. Lah sebelumnya bingung mau beli di mana setelah Pasar Tanjung tutup," imbuhnya.


Sekitar pukul 05.00 WIB, pedagang mulai membubarkan diri. Itu karena jalan itu mulai ramai.

"Karena jalanan kan memang mulai ramai. Banyak mobil dan motor mulai lewat. Apalagi itu kan jalan satu arah," kata Supriyono, salah seorang pengayuh becak yang biasa mangkal di kawasan tersebut.

Terlepas dari itu, sebagian besar penjual dan pembeli tidak menerapkan protokol kesehatan. Mereka tak memakai masker. Pengaturan jarak antarpengunjung juga tak dilakukan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3