Barong Ider Bumi di Banyuwangi Tetap Digelar di Tengah Pandemi Corona

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 25 Mei 2020 21:57 WIB
Barong Ider Bumi
Tradisi Barong Ider Bumi (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi -

Warga Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi menggelar tradisi Barong Ider Bumi di tengah Pandemi COVID-19. Acara yang dikemas secara sederhana ini, diyakini dapat mengusir pagebluk atau mara bahaya.

Barong Ider Bumi dilakukan oleh 15 orang. Mereka menerapkan protap antisipasi penularan COVID-19, dengan melakukan physical dan social distancing serta menggunakan masker. Tak hanya itu, beberapa orang menggunakan APD lengkap melakukan penyemprotan dan mengingatkan warga untuk menjaga physical distancing.

Tradisi ini sudah sejak lama dilakukan. Biasanya, mereka menggelar acara itu pada tanggal 2 Syawal ara Lebaran dua hari, Senin (26/5/2020). Barong yang berusia ratusan tahun itu diarak keliling kampung. Para penabuh gamelan pun menggunakan masker.

Mereka dikawal oleh 6 orang menggunakan APD lengkap dan semprotan. Satu petugas membawa pengeras suara, untuk mengingatkan masyarakat yang tidak menjaga jarak.

"Mohon karena ini acara tradisi. Kami minta tidak ada yang ikut arak-arakan. Ato jaga jarak, jangan sampai mengganggu acara ini," ujar petugas yang membawa pengeras suara.

Warga hanya bisa menonton di depan halaman rumah. Mereka tak mendekat, demi kesakralan acara.

Menurut tokoh adat setempat, Suhaimi, kegiatan ini harus dilakukan karena merupakan tradisi leluhur. Acara ini pun, kata Suhaimi sesuai dengan cerita para leluhur dahulu, yang mengusir pagebluk dan mara bahaya dengan acara ritual ider bumi.

"Kami menggelar acara sesuai dengan adat kami. Hanya arak-arakan barong saja. Ini dipercaya sebagai bentuk pelestarian budaya dan memegang teguh tradisi kuno," ujarnya kepada detikcom.

Untuk tradisi makan tumpeng pecel pitik tidak digelar. Hal ini dikarenakan pihaknya tak ingin melanggar protap antisipasi penularan virus Corona. Terkait dengan adanya pengawalan petugas ber-APD lengkap, pihaknya sangat bersyukur. Karena kegiatan ini sekaligus mensosialisasikan hidup sehat kepada masyarakat.

"Kami bersyukur bisa digelar. Karena kegiatan ini juga ada sosialisasi kepada masyarakat agar jaga jarak," tambahnya.

Pihaknya berharap dengan digelarnya kegiatan ritual Barong Ider Bumi, pandemi COVID 19 bisa teratasi. Sehingga masyarakat bisa kembali hidup normal dan bisa beraktivitas dengan tenang.

"Semoga pandemi COVID 19 ini selesai. Tidak ada lagi Corona," pungkasnya.

(iwd/iwd)