Cegah Kerumunan Massa di Malam Lebaran, Pasar dan Mal di Jember Ditutup

Yakub Mulyono - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 21:46 WIB
Pemkab Jember Tutup Pasar dan Mal
Mal dan pasar tutup saat malam takbiran (Foto: Yakub Mulyono/detikcom)
Jember -

Pemkab Jember mengeluarkan surat edaran tentang penutupan operasional pusat perbelanjaan dan pasar tradisonal. Hal itu dilakukanmencegah terjadinya kerumunan massa yang berpotensi menyebarkan virus Corona. Terutama selama lebaran.

Surat edaran itu bernomor 800/511/35.09.331/2020. Penutupan pusat perbelanjaan seperti mall, swalayan, juga pasar tradisional itu akan dilakukan kurang lebih selama seminggu ke depan. Dimulai hari ini, hingga 29 Mei 2020.

"Penutupan itu dilakukan, dengan mempertimbangkan semakin banyaknya dan meningkatnya jumlah pasien COVID-19 di Jember selama seminggu belakangan ini," kata Kadiskominfo Jember Gatot Triyono saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (23/5/2020).

Penyebaran kasus COVID-19 ini, kata Gatot, sudah tersebar di 17 kecamatan 19 desa. Bahkan ODR dan ODP sudah merata di 31 kecamatan di Jember

"Sehingga atas dasar ini, Gugus Tugas COVID-19 Jember sepakat mengeluarkan surat edaran itu," katanya.

Poin-poin dalam surat edaran itu, kata Mantan Camat Kaliwates ini, di antaranya adalah:

1. Pengelola mall/pusat perbelanjaan dan pasar tradisional menerapkan Physical Distancing dalam alur layanan untuk mencegah penularan infeksi COVID-19.

2. Pengelola mall/pusat perbelanjaan dan pasar tradisional melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada karyawan dan pengunjung terhadap gejala, tanda dan cara pencegahan penularan infeksi COVID-19.

3. Menutup sementara selama idul fitri serta tujuh hari setelah lebaran, yaitu dari 23 hingga 29 Mei 2020. Kemudian keempat, selama penutupan mall/pusat perbelanjaan dan pasar tradisional dilakukan pembersihan/penyemprotan disinfektan.

Namun demikian nanti akan dilakukan monitoring dan perkembangan lebih lanjut. "Jika ada mall atau pasar yang masih tetap buka, nantinya tim dari Gugus Tugas Covid-19 Jember yang akan menindaklanjutinya. Melalui penutupan humanis," sambung Gatot.

Selain itu, pihaknya juga akan memantau jika ada salat Idul Fitri yang dilakukan di masjid atau di lapangan. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Muspika untuk mengimbau warga agar salat Id di rumah saja bersama keluarga.

"Jika nanti ada yang akan melaksanakan di masjid, akan dilakukan imbauan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 di tingkat kecamatan. Muspika akan memberikan sosialisasi dan imbauan," tandasnya.

(fat/fat)