Antisipasi Takbir Keliling di Blitar, 300 Personel Gabungan Disiagakan

Erliana Riady - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 12:50 WIB
Kapolresta Blitar, AKBP Leonard M Sinambela
Kapolresta Blitar, AKBP Leonard M Sinambela (Foto: Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Pemkab maupun Pemkot Blitar sepakat melarang takbir keliling jelang lebaran. Sebanyak 300 personel gabungan disiagakan untuk melakukan penertiban.

Bupati Blitar dan Wali Kota Blitar serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Blitar, sepakat melarang adanya takbir keliling menjelang Idul Fitri 1441 H.

Dalam surat edaran, juga diatur mengenai penggunaan pengeras suara luar ruangan dan jam takbir yaitu sampai pukul 22.00 WIB. Selanjutnya jika tetap ingin melanjutkan takbiran, bisa menggunakan pengeras suara dalam ruang.

Kapolresta Blitar, AKBP Leonard M Sinambela menyatakan, 300 personel terdiri dari 110 personel jajaran polsek dan polres kota, ditambah personel gabungan dari Koramil, Batalyon 511, Dishub, Satpol PP dan petugas kecamatan.

"Untuk wilayah kota bisa kita cover personel dari Polresta Blitar. Sedangkan untuk di 6 kecamatan di wilayah Kabupaten Blitar yang masuk wilayah hukum Polresta Blitar, kami siagakan sekitar 300 personel gabungan," kata Leo saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (23/5/2020).

Rencananya, nanti malam akan dilakukan apel persiapan razia di Kantor Wali Kota Blitar. Kemudian dilakukan razia keliling wilayah hukum Polres Blitar Kota. Bila ditemukan takbir kelliling, akan dihalau secara humanis tapi tegas.

"Kami akan hentikan. Kami minta pulang ke rumah masing-masing. Kami utamakan pendekatan humanis dulu. Jika nantinya ditemukan pelanggaran, seperti tidak lengkap surat kendaraannya, tidak pakai helm atau boncengan bertiga tetap kami tindak dengan tegas," tandasnya.

Razia takbir keliling, lanjutnya, akan diterapkan bagi rombongan yang berkendara roda empat maupun roda dua. Tindakan tilang juga tetap ditegakkan bagi pengendara yang terbukti melanggar aturan berkendara dan berlalu lintas.

Kapolresta berharap, masyarakat memahami dan mematuhi himbauan ini. Apa pun bentuknya takbir keliling, baik menggunakan sepeda motor, mobil maupun kendaraan lain semuanya dilarang. Apalagi sampai memicu timbulnya kerumunan massa.

"Takbir silahkan dilakukan di masjid lingkungan masing-masing, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," pungkasnya.

(fat/fat)