Nikmatnya Berbuka Puasa dengan Menu Favorit SBY

Purwo Sumodiharjo - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 15:45 WIB
Lontong tahu pacitan
Lontong tahu khas Pacitan (Foto: Purwo Sumodiharjo)
Pacitan -

Menikmati buka puasa rasanya belum lengkap tanpa menu yang satu ini. Namanya lontong tahu. Seperti namanya, bahan utama makanan yang populer di Pacitan ini adalah lontong dan tahu ditambah kuah.

Tentu saja, sebelum disajikan dua jenis bahan itu mesti dicampur dengan aneka bumbu. Menu sederhana itu pun berubah menjadi sajian khas di lidah. Cita rasanya pun tak kalah dengan makanan ala resto.

"Menurut saya lontong tahu Pacitan justru bumbunya yang bikin beda. Campuran antara kecap sama bawangnya," ucap Azizah, penghobi kuliner berbincang dengan detikcom, Rabu (20/5/2020).

Konon, menu serupa juga bisa dijumpai di beberapa daerah lain. Seperti Wonogiri, Solo, maupun Yogyakarta. Di sejumlah wilayah itu sebutannya berbeda. Yakni dengan membalik kosa katanya menjadi Tahu Lontong.

Untuk membuat lontong tahu khas Kota 1001 Gua ternyata cukup mudah. Pertama, lontong diiris tipis, lalu diletakkan di piring. Jumlah irisan sesuai selera dan tergantung keinginan.

Berikutnya, tahu putih yang sudah dibersihkan diris dengan bentuk kotak kecil-kecil. Irisan tahu selanjutnya dimasukkan ke minyak goreng yang sudah dipanaskan. Durasi penggorengan tak perlu lama. Cukup 2 menit.

"Pokoknya tahu harus tetap berisi. Kalau kelamaan digoreng khan bisa kopong (berongga)," terang Azizah tentang salah satu makanan favorit Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Nah, setelah bagian luar tahu berubah warna kekuningan lalu diangkat dan ditiriskan. Selagi masih hangat tahu lantas diletakkan ke atas piring. Tahu dibiarkan tetap berada di atas lontong.

Nah, kini tinggal satu langkah lagi. Yaitu menuangkan kuah ke dalam piring. Ada dua jenis kuah yang disajikan dalam rentang waktu berbeda. Yaitu bumbu manis dan air rendaman bawang putih.

Bumbu manis dituangkan pada kesempatan pertama. Bahannya antara lain gula merah, garam, lengkuas digeprek, daun salam, dan daun jeruk. Semua bahan itu direbus lalu ditambah kecap.

Bumbu berikutnya berupa air rebusan bawang putih. Biasanya porsi bawang putih sengaja diberikan lebih banyak. Tujuannya agar menghasilkan aroma dan rasa yang tajam.

"Supaya lebih sempurna, sebelum disajikan bisa ditambahkan kacang goreng, ketimun diiris tipis-tipis, tauge dan bawang goreng," imbuh perempuan yang hobi memasak menu tradisional tersebut.

Lontong tahu termasuk makanan berat. Unsur karbohidrat dalam lontong membuat perut cepat kenyang. Menu ini cocok disantap saat buka puasa. Tentu saja setelah membasahi tenggorokan dengan air minum, teh hangat, atau buah segar.

(iwd/iwd)