Lemah Sinyal, Dispendik Trenggalek Buka Kelas Phsycal Distancing untuk Pelajar

Adhar Muttaqin - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 10:23 WIB
Fasilitas Siswa Dari Daerah Tanpa Sinyal, Buka Kelas Phsycal Distancing
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek -

Dinas Pendidikan Trenggalek membuka kelas phsycal distancing guna memfasilitasi para siswa yang tidak bisa mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh. Itu lantaran berada di daerah tanpa sinyal selular.

Kelas phsycal distancing itu diterapkan Kelompok Belajar (KB) Tunas Bangsa di Dusun Banyon, Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, Trenggalek. Lokasi yang berada di puncak bukit Banyon tersebut merupakan salah satu titik daerah tanpa sinyal HP.

Pembina PAUD Trenggalek Novita Hardini, kelas phsycal distancing diterapkan dengan cara guru mendatangi beberapa siswa sekaligus dan memberikan pembelajaran layaknya di sekolah.

"Karena pendidikan jarak jauh itu membutuhkan alat komunikasi berupa android dan dukungan sinyal yang bagus. Tapi di sisi lain masih ada daerah di Trenggalek yang tidak terjangkau sinyal, seperti di sini, atau orang tua yang tidak memiliki android," kata Novita Hardini, Rabu (20/5/2020).

Dengan konsep baru itu, dihadapkan seluruh siswa bisa mendapatkan pendidikan yang layak, seperti siswa lain yang belajar melalui sistem daring.

Dalam kelas phsycal distancing itu, para guru dan siswa tetap menerapkan protokol kesehatan, mulai dari cuci tangan, memakai masker, hingga menjaga jarak aman antara siswa satu dengan lainnya.

"Kami ingin dengan kelas ini, anak-anak mendapatkan pembelajaran yang dapat menstimulasi daya kembang anak, jadi tidak sekedar mengejar kurikulum saja," ujarnya.

Konsep tersebut tidak hanya sekedar memberikan materi pembelajaran kepada siswa, namun juga memberikan contoh kepada orang tua tentang tata cara memberikan pendidikan kepada anak.

"Sehingga ketika guru tidak datang, orang tua bisa memberikan pembelajaran serupa," jelasnya.

Sementara salah seorang siswa Nadi, mengaku cukup senang dengan kegiatan belajar tersebut, sebab ia bisa bertemu langsung dengan guru maupun rekannya.

"Tadi belajar bareng sama teman-teman, rasanya senang, bisa ketemu bu guru juga," ujar Nadi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek Totok Rudijanto, mengakui tidak seluruh siswa dapat menikmati pembelajaran sistem daring, sebab sebagian wilayah Trenggalek masih belum terjangkau sinyal. Di sisi lain beberapa orang tua siswa juga belum memiliki fasilitas komunikasi yang memadai.

"Makanya konsep ini sangat tepat untuk direplikasi di daerah-daerah lain di Trenggalek. Kami juga terimakasih atas masukan dari berbagai pihak dalam menghadapi pembelajaran di masa pandemi ini," kata Totok.

Tonton video Pentingnya Peran Guru-Orang Tua Dampingi Anak Belajar di Rumah:

(fat/fat)