Bupati Tulungagung Keluarkan Edaran Khusus Pelaksanaan Salat Id

Adhar Muttaqin - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 17:55 WIB
Bupati Tulungagung Keluarkan Edaran Khusus Pelaksanaan Idul Fitri
Foto: Adhar Muttaqin
Tulungagung -

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengeluarkan surat edaran (SE) yang berisi berbagai imbauan pelaksanaan Idul Fitri di tengah pandemi COVID-19.

Dalam surat bernomor SE.517 Tahun 2020 tersebut, Bupati Maryoto mengimbau agar salat Idul Fitri tidak dilaksanakan di masjid, musala, maupun lapangan terbuka. Namun apabila tetap digelar, pihaknya mewajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, seperti cuci tangan dengan sabun, memakai masker, membawa sajadah dari rumah, jaga jarak dan tidak bersalaman.

"Tidak melakukan takbir keliling, takbir keliling bisa dilakukan di rumah, atau di masjid oleh pengurus, atau melalui media televisi, radio hingga media sosial dan platform digital lainnya," kata Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Selasa (19/5/2020) dalam surat edarannya.

Tak hanya itu saja, dalam surat itu bupati juga meminta masyarakat tidak melakukan kegiatan anjangsana atau halal bihalal seperti tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan tersebut diimbau untuk dialihkan melalui teknologi, berupa telepon maupun panggilan video.

Bupati mengajak masyarakat Tulungagung agar tetap berada di tempat atau daerah masing-masing dan tidak bepergian keluar daerah atau mudik. Demikian halnya dengan masyarakat dari luar daerah juga diimbau untuk tidak masuk Tulungagung sampai dengan keadaan normal kembali.

"Menyikapi pandemi wabah virus Corona dengan tetap tenang, jangan panik, namun tetap waspada dan tidak mudah menerima informasi terkait COVID-19 kecuali dari sumber informasi yang valid dan terpercaya ," ujarnya.

Sementara itu Kabag Humas Pemkab Tulungagung Galih Nusantoro, membenarkan adanya SE tersebut. Diharapkan masyarakat dapat mematuhi anjuran pemerintah, sehingga dapat menekan semaksimal mungkin potensi penularan virus Corona.

"Nah, kalau terkait penyelenggaraan salat id di Masjid Agung Al-munawar Tulungagung, kemarin itu sudah ada pengurus yang izin ke bupati untuk menyelenggarakan. Kemudian kami kirimi SE itu," kata Galih.

Menurutnya, jika nantinya pengurus masjid tetap ingin menyelenggarakan, maka harus siap dengan konsekuensinya untuk mengatur ribuan jemaah yang akan datang. Terutama menyangkut protokol kesehatan serta physical distancing.

"Karena biasanya kalau momen hari raya, masjid agung akan dipadati ribuan masyarakat Tulungagung maupun para pemudik. Inilah yang memiliki risiko tinggi. Makanya kami menyarankan agar salat id dilakukan lingkungan masing-masing saja," ujarnya.

Rencananya pihaknya akan melakukan pendataan terhadap masjid dan musala di Tulungagung yang akan menyelenggarakan maupun tidak menyelenggarakan salat id. Hal itu untuk mempermudah pemantauan.

(fat/fat)