PS Hizbul Wathan Pecat Pemainnya yang Tersangkut Kasus Home Industry Sabu

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 18:03 WIB
bnnp ungkap sabu 5 kg
Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya -

Satu dari empat tersangka kasus home industry sabu merupakan pemain dari PS Hizbul Wathan (PSHW), salah satu kontestan di Liga 2. Pemain bernama Choirul Nasirin ini langsung diputus kontrak karena kasusnya ini.

"Masih kan, dia kontrak. Tapi sekarang kan vakum semua, tapi statusnya masih pemain. Ini kan kita cek ke Polres Sidoarjo sama BNN (BNNP Jatim), memang nama itu ada. Karena tercatat sebagai pemain PSHW, kita langsung tindak tegas. Ini kita putuskan kontraknya dan kita berhentikan sebagai pemain PSHW," kata CEO PSHW Dhimam Abror Juraid saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon, Senin (17/5/2020).

Dhimam mengatakan Nasirin yang berposisi sebagai penjaga gawang itu dikontrak oleh PSHW sejak bergulirnya Liga 2 2020 hingga akhir musim.

"Kita perhitungkan waktu itu sampai November atau Desember. Dan dia kan sudah ikut bermain satu kali waktu kita main di Persijap. Kita kan PSHW pernah main satu kali ke Jepara dan dia ikut," ungkap Dhimam.

Dhimam mengakui pihaknya kecolongan terkait keterlibatan Nasirin dalam kasus home industry sabu. Padahal ia merupakan salah satu pemain senior yang dikontrak oleh pihak manajeman PSHW.

"Memang kita kecolongan ya, Karena dia satu di antara beberapa pemain senior yang memang sengaja kita rekrut. Selain ada Nasirin, ada Juan Revi, ada Taufik Kasrun, ada beberapa pemain senior yang kita rekrut. Tapi memang namanya kebobolan. Memang ini nggak bisa kita hindari," kata Dhimam.

Padahal dalam perekrutan pemain, kata Dhimam, pihaknya telah menggunakan seleksi yang ketat terhadap pemain. Mulai melakukan tes teknik, tes fisik, tes psikologi, dan juga tes narkoba. Dan hasilnya negatif.

"Jadi waktu itu tes kita kan bertahap. Tes fisik, tes teknik, psikologi sampai kemudian tes kesehatan dan tes narkoba. Ini semua kita lakukan. Iya waktu itu negatif. Kalau ini yang kita lihat dari laporan polisi (BNNP), dia kan pengedar ya. Artinya pengedar bisa jadi dia nggak makai tapi mengedarkan bisa jadi. Artinya tidak terdeteksi sebagai pemakai," lanjut Dhimam.

Atas kejadian ini, Dhimam mengaku akan lebih selektif dan ketat dalam memilih pemain untuk PSHW ke depannya.

"Nah setelah ada kasus ini, tentunya saja nanti akan lebih kita perketat lagi. Mungkin waktu itu tidak ada deteksi kita nggak tahu, tapi setelah ini pasti akan kita perketat lagi," tandas Dhimam.

Selanjutnya
Halaman
1 2