Coba Manis dan Legitnya Jajanan Unik Lebaran Ini, Sale Pisang Anggur

Adhar Muttaqien - detikNews
Minggu, 17 Mei 2020 02:40 WIB
trenggalek
Sale pisang anggur, sale pisang khas Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqien)
Trenggalek -

Sale pisang adalah jajanan yang banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Namun di Trenggalek, sale pisang dikemas cukup unik dan dirangkai mirip buah anggur.

Salah satu pengusaha jajanan sale pisang oven tersebut adalah Siska Hayu, warga Desa Sumber, Kecamatan Karangan, Trenggalek. Dengan telaten, ia membentuk sale pisang menjadi bola-bola kecil dan dirangkai hingga menyerupai buah anggur. Balutan pembungkus yang beraneka warna membuat sale pisang produksinya semakin cantik dan menarik daya beli konsumen.

Untuk membuat sale pisang oven, Siska memanfaatkan pisang awak yang memiliki cita rasa manis dan bermadu. Pisang yang telah matang dikupas dan diiris tipis memanjang.

"Biasanya untuk mengurangi kadar airnya, pisang yang diiris tadi kami jemur sekitar tiga jam," kata Siska, Minggu (17/5/2020).

Foto: Adhar Muttaqien

Irisan pisang selanjutnya dimasukkan ke dalam oven dengan suhu kurang dari 100 derajat Celcius. Proses pengovenan sendiri membutuhkan waktu sekitar tujuh jam.

"Setelah itu, sale yang telah matang dibuat menjadi bola-bola kecil dan dibungkus dengan plastik serta lapisan kertas aneka warna. Habis itu dirangkai hingga seperti anggur," ujarnya.

Siska mengaku sengaja memodifikasi kemasan menjadi lebih menarik. Hal ini dilakukan untuk menambah nilai jual serta daya tarik pelanggan.

Hasil produksi jajanan sale pisang oven tersebut dipasarkan di berbagai daerah, seperti Trenggalek, Ponorogo, Ngawi, Jombang, hingga Kediri. Satu rangkaian sale pisang biasanya dijual Rp 5.000.

"Biasanya sale ini kami pasok ke toko oleh-oleh, namun di saat pandemi Corona seperti ini permintaan toko turun drastis," imbuhnya.

Untuk menyiasati lesunya penjualan. Siska memilih membuat inovasi baru dengan dikemas dalam bentuk parsel dan dijual paket Rp 25 ribu serta Rp 80 ribu. Penjualan pun kini sebagian dialihkan secara daring atau online.

"Alhamdulillah repsons konsumen cukup bagus ya, karena kalau kemasan parsel seperti ini bisa buat oleh-oleh atau bingkisan," kata Siska.

Siska menambahkan dalam sehari pihaknya mampu menghabiskan tujuh tandan Pisang Awak. Pasokan bahan baku pisang tersebut saat ini cukup mudah didapatkan, sebab sebagian pengusaha olahan pisang berhenti produksi, sehingga tingkat persaingan tidak terlalu ketat.

"Kalau dari segi rasa, sale pisang oven ini cukup enak ya, mirip kurma. Setelah melalui proses pengovenan, sale ini akan mengeluarkan semacam karamel," imbuhnya.

(iwd/iwd)