Pria di Jember yang Tewas Bersimbah Darah Berprofesi Fashion Stylist

Yakub Mulyono - detikNews
Sabtu, 16 Mei 2020 16:37 WIB
pembunuhan di jember
Lokasi kejadian (Foto: Yakub Mulyono)
Jember -

Seorang pria ditemukan tewas di kamar rumahnya di Jalan Kertanegara, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Pria yang diduga merupakan korban pembunuhan itu berprofesi sebagai koreografer dan fashion stylist.

Korban bernama Yohanes Satriyo Leonardo Gery (35). Dalam keseharian, dia biasa dipanggil Gery.

Korban dikenal sering beraktivitas di dunia modeling sejak tahun 2000-an. Dia selama ini memang tinggal sendirian di rumah.

"Dulu tinggal dengan bapak dan ibunya, tapi setelah kedua orang tua meninggal tetap tinggal di rumah itu sendirian," kata keponakan korban, Hendra, Sabtu (16/5/2020).

Rekan kerja korban, Amir mengatakan, korban terakhir komunikasi di grup kantor sekitar Rabu lalu.Selain sebagai koreografer dan fashion stylish, korban juga bekerja di sebuah studio foto di Jember. Di tempat itu, dia bertugas sebagai controler.

"Sekitar hari Rabu malam kemarin, masih komunikasi soal kerjaan di grup kantor. Karena sekarang kerja ikut saya di Dig's Photowork sebagai controller," kata Amir.

Korban dikenal ulet bekerja dan selalu menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik. "Biasanya di grup itu dibahas soal hasil desain kerjaan, dan apa yang akan dikonsep dalam kerjaan keesokan harinya, karena kondisi sekarang kan pembahasan via online. Tapi dua hari ini jarang komen dan ponselnya susah dihubungi, juga jarang komen di grup," katanya.

"Orangnya dikenal periang dan supel juga gak pendiam. Aktif dalam berkegiatan. Kalau internetnya mati selalu cari Wi-Fi," sambungnya.

Sementara rekan kerjanya yang lain, Fahmi mengatakan, korban memiliki banyak pengalaman di dunia fashion. Juga seputar wedding organizer. Selama bekerja, korban juga tak memiliki masalah.

"Pengalaman kerjanya di wedding dan event organizer Glamour dan juga koreografer juga fashion stylish. Setahu saya tidak ada masalah, kalau ada masalah saling mengingatkan," katanya.

Sementara Ketua RW di tempat tinggal korban, Yadi mengatakan, korban dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Sebab korban memang jarang berada di rumah.

"Karena sering kerja di luar dan malam harinya baru pulang. Pagi juga langsung kerja pokok jarang di rumah. Saya terakhir ketemu sekitar sebulan yang lalu. Sementara mobilnya sudah sekitar dua harian ini gak kelihatan, saya kira keluar kota gitu," kata Yadi.

(iwd/iwd)