Ini Alasan PSK Online Tetap Jajakan Diri Saat Corona: Daripada Ndak Makan

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 19:02 WIB
prostitusi online di surabaya
Tujuh muncikari yang diamankan (Foto: dok. Istimewa)
Surabaya -

Di tengah pandemi COVID-19, polisi menggerebek prostitusi online di sebuah hotel di Gubeng, Surabaya. Para pelaku prostitusi online ini mengaku tak ada pilihan lain yang harus dilakukan demi menyambung hidup.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra mengatakan para muncikari dan pekerja seks komersial (PSK) ini bahkan mengaku tak ada pilihan lain daripada tidak makan.

"Saya tanya, 'Kamu ndak takut COVID-19?'. Mereka bilang, 'Ya, gimana, Pak, daripada ndak makan'," ungkap Agung kepada detikcom di Surabaya, Kamis (14/5/2020).

Saat digerebek, Agung juga mengatakan para pelaku tidak menggunakan alat perlindungan diri seperti masker.

"Tetap kayak biasa (tidak pakai masker)," imbuhnya.

Namun mereka menggunakan kondom sebagai pengaman. "Mereka pengaman ya tetap pakai kondom. Tapi kalau masalah COVID-19, mereka tetap sama (tidak menggunakan masker)," pungkas Agung.

Sebelumnya, polisi menggerebek tindak pidana prostitusi online dan mengamankan tujuh muncikari dan tujuh PSK pada Sabtu (25/4). Kini pihaknya telah menahan tujuh muncikari tersebut. Sedangkan para PSK telah dibebaskan karena merupakan saksi korban.

Tujuh muncikari yang diamankan ini adalah Edwin Mariyanto (21), Selvia Andriani (21), Edi Wiyono (21), Akmal Muyassar (19), Diah Nur Aini (24), M Rizky (21), dan Azis Haryanto (27).

Sementara itu, dari penggerebekan ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai hingga ponsel yang digunakan muncikari menawarkan perempuan ke kliennya. Sedangkan pelaku disangkakan melanggar Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 dan/atau Pasal 296 KUHP dan/atau Pasal 506 KUHP.

(hil/iwd)