Prostitusi Online yang Digerebek Pindah ke Surabaya karena Bandung Sepi

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 18:31 WIB
prostitusi online di surabaya
Saat polisi menggerebek kamar hotel tempat prostitusi online (Foto: dok. Istimewa)
Surabaya -

Polisi menggerebek praktik prostitusi online yang melibatkan tujuh muncikari dari tujuh anak buahnya di sebuah hotel di Jalan Gubeng, Surabaya. Ternyata jaringan prostitusi ini merupakan pindahan dari Bandung.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra mengatakan para muncikari mengaku baru dua minggu menjajakan anak buahnya di Surabaya. Namun, sebelumnya, jaringan ini telah lama eksis di Bandung.

"Kalau mereka bilang ini sudah berjalan dua minggu. Tapi sebelumnya mereka pernah," kata Agung kepada detikcom di Surabaya, Kamis (14/5/2020).

Agung menambahkan muncikari mengaku pendapatannya di Bandung menurun. Itu sebabnya, mereka melakukan gebrakan dengan menjajakan anak buahnya di Surabaya.

"Ini mereka kayak dari Bandung, terus dari Bandung mungkin sepi atau bagaimana, akhirnya ke Surabaya cari pelanggan," ungkap Agung.

Selain ke Surabaya, para muncikari ini mengaku rekannya sesama muncikari ada yang mencari peruntungan di Jakarta.

"Katanya juga ada yang ke Jakarta. Semacam expo, mereka bilangnya expo," pungkas Agung.

Sebelumnya, polisi menggerebek tindak pidana prostitusi online dan mengamankan tujuh muncikari dan tujuh perempuan pada Sabtu (25/4). Kini pihaknya telah menahan tujuh muncikari tersebut. Sedangkan para perempuan telah dibebaskan karena merupakan saksi korban.

Tujuh muncikari yang diamankan ini adalah Edwin Mariyanto (21), Selvia Andriani (21), Edi Wiyono (21), Akmal Muyassar (19), Diah Nur Aini (24), M Rizky (21), dan Azis Haryanto (27).

Sementara itu, dari penggerebekan ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai hingga ponsel yang digunakan muncikari menawarkan perempuan kepada kliennya. Sedangkan pelaku disangkakan melanggar Pasal 2 UU RI No 21 Tahun 2007 dan/atau Pasal 296 KUHP dan/atau Pasal 506 KUHP.

(hil/iwd)