Di Tengah Pandemi Corona, Jasa Penukaran Uang Baru Sepi Peminat

Eko Sudjarwo - detikNews
Kamis, 14 Mei 2020 13:59 WIB
Penukaran Uang Baru di Lamongan
Jasa penukaran uang di Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan -

Di tengah pandemi Corona, jasa penukaran uang baru di Lamongan tak sebanyak dan seramai tahun lalu. Padahal biasanya, jelang Lebaran jasa penukaran uang menjamur dan berjejer-jejer di pinggir jalan.

Beberapa titik jalan di Kota Lamongan yang biasanya selalu ramai dengan penyedia jasa penukaran uang baru, saat ini terlihat sepi. Kawasan Alun-Alun Kota Lamongan atau di sekitar kantor pemkab yang ramai tiap menjelang Lebaran kini juga masih sepi.

Hal yang sama juga terlihat di Jalan Basuki Rahmat Lamongan. Di jalur ini, biasanya tampak berjejer lapak penyedia jasa penukaran uang baru. Saat ini, di jalur jalan ini hanya terlihat 1 lapak jasa penukaran uang.

"Dulu saya memang biasanya membuka lapak sejak hari pertama bulan Ramadhan," kata Bairi, pelapak penukaran uang baru yang ada di Jalan Basuki Rahmat Lamongan, Kamis (14/5/2020).

Bairi yang setiap tahun selalu membuka lapak jasa penukaran uang baru di Jalan Basuki Rahmat ini mengaku, tahun ini dia tidak berani membuka lapak jasa sejak awal Ramadhan karena kondisi ekonomi sedang tidak baik akibat pandemi Corona.

"Biasanya memang buka mulai hari pertama puasa, tapi sekarang nggak berani, karena ekonomi masyarakat Lamongan kan kocar-kacir karena Corona," ujar Bairi.

Bairi baru membuka lapak jasa penukaran uang baru saat Ramadhan sudah memasuki pekan ketiga atau Minggu (10/5). Meski mulai buka, namun jumlah uang baru yang disediakan jauh lebih sedikit jika dibandingkan tahun lalu.

"Kalau tahun lalu rata-rata lebih dari Rp 100 juta, tapi sekarang cuma Rp 50 juta saja. Tidak berani ambil banyak-banyak, takut risikonya, takut tidak ada yang tukar, takut ada PSBB juga di Lamongan," terang Bairi.

Bairi mengatakan, selama beberapa menggelar lapak, ia menyebut minat masyarakat untuk menukarkan uang pada Ramadhan tahun ini relatif rendah. Sehari, lanjut Bairi, ia hanya melayani 2 hingga 3 orang saja.

"Ada saja yang nukar, cuma memang jarang, paling 2-3 orang. Mungkin masih belum banyak yang tahu, karena baru buka, ditelateni ae mas," aku Bairi.

(fat/fat)