Buka Ruang Baru dan Tambah Bed, RS Unair Kini Kekurangan Relawan Medis

Esti Widiyana - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 16:33 WIB
RS Unair
Rumah Sakit Unair (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

Rumah Sakit Unair Surabaya kembali kekurangan relawan tenaga kesehatan (nakes). Pencarian relawan ini pun juga cukup susah.

"Sekarang kekurangan nakes, kita kesulitan mencari relawan, kalau ada pun relawan sekiranya ada yang baru lulus, fresh graduate pengalaman kerjanya masih kurang, namanya juga baru lulus ya," kata Jubir Tim Satgas Corona RS Unair saat dihubungi detikcom, Selasa (12/5/2020).

Alfian mengatakan RS Unair kini paling banyak membutuhkan relawan nakes perawat tapi kesulitan mencarinya. Sedangkan untuk dokter spesialis bisa diperbantukan dari dokter residen rumah sakit pendidikan FK Unair atau RSU Soetomo.

"Baik residen paru-paru, anestesi, residen penyakit dalam dan lainnya itu bisa diperbantukan. Tapi kalau perawat itu kan nggak ada perbantuan selain tenaga honorer atau tenaga relawan," ujarnya.

RS Unair mulai kekurangan nakes sejak dibukanya gedung dan ruang baru Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI). Meski sudah mendapat relawan nakes dari Pemprov Jatim, tapi tambahan itu tidak cukup.

Sementara relawan nakes yang dibutuhkan RS Unair pun bukan hanya memperhatikan pada kuantitas, tetapi kualitas juga. Sebab, kasus Corona yang ditangani saat ini sudah tidak lagi dengan gejala sedang.

"Karena yang ditangani, kalau RS unair itu kasus-kasus yang bukan ringan. Tapi kasus berat dan mungkin mengancam nyawa ya. Jadi perlu SDM berpengalaman dan tertata," jelasnya.

Alfian menyampaikan saat ini sudah ada puluhan relawan nakes yang mendaftarkan diri. RS Unair pun melakukan orientasi dan dilatih dalam waktu singkat.

Namun, Alfian mengaku sekitar 30 pendaftar relawan nakes itu masih belum cukup. Mengingat saat ini pasien Corona yang dirawat ada sekitar 70 orang dan baru saja membuka satu ruangan baru dengan kapasitas 10 bed.

"20-30 perekrutan gelombang dua. Kalau yang pertama dulu ada sekitar 60-80. Harapannya ada lagi periode selanjutnya. Karena masih kurang 20-30 pemdaftar," urainya.

"Belum lagi jumlah pasien dengan realwan nakes ndak cocok kalau satu ICU ada rasionya antara jumlah pasien dengan bed," tambahnya.

Harapannya, akan ada kebijakan dari Pemkot Surabaya atau Pemprov Jatim untuk memberikan relawan nakes. Bukan hanya di RS Unair saja, melainkan di rumah sakit rujukan lainnya yang banyak merawat pasien Corona.

"Pinginnya ada kebijakan, mungkin ada pengalihan nakes dari puskesmas yang mungkin pasien umumnya mulai berkurang. Itu kalau dari pemkot atau pemprov mengizinkan, mereka diperbantukan ke rumah sakit rujukan, bukan hanya di RS Unair saja," pungkasnya.

(iwd/iwd)