Pakar Sarankan PSBB di Surabaya Raya Diperpanjang, Pemprov Jatim Setuju?

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 21:51 WIB
psbb surabaya raya
Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Pakar menyarankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan Gresik agar diperpanjang 14 hari ke depan. Apakah Pemporv Jatim menyetujui usulan ini?

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono memaparkan kurva kenaikan jumlah pasien COVID-19. Misalnya di Gresik pada Kamis (7/5), kurvanya sudah menunjukkan posisi datar. Sedangkan di Sidoarjo, kurva pada Rahu (6/5) telah mendatar, namun sayang keesokan harinya kembali terjadi kenaikan kasus.

"Gresik pada 7 Mei sudah menunjukkan posisi datar. Sedangkan Sidoarjo sudah menunjukkan posisi datar pada 6 Mei. Tapi tanggal 7 Mei, dia mulai naik lagi," ungkap Heru di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (8/5/2020).

Lalu, bagaimana dengan kurva di Surabaya? Dari kurva yang terlihat, kurva kenaikan pasien positif Corona di Surabaya beberapa kali terlihat naik turun. Namun, lebih banyak terjadi kenaikan pasien secara drastis.

"Sedangkan Surabaya menunjukkan posisi seperti yang ditampilkan," imbuh Heru sambil menunjukkan kurvanya.

Untuk itu, Heru mengaku pihaknya belum bisa mengumumkan adanya perpanjangan PSBB atau tidak. Pihaknya perlu mengkaji hal ini lebih dalam. Termasuk melakukan observasi kenaikan kurva di beberapa hari terakhir PSBB.

"Oleh sebab itu kami belum bisa mengumumkan perpanjangan dari PSBB ini. Namun demikian dari data ini dimungkinkan sekali lagi, dimungkinkan karena keputusannya nanti kami akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk melakukan termasuk tadi apa yang sudah dilakukan Pak Whindu dengan timnya untuk melakukan observasi lagi dalam 2 hari," papar Heru.

Di kesempatan yang sama, Heru mengingatkan masyarakat Surabaya, Sidoarjo dan Gresik untuk selalu disiplin dalam menjalankan PSBB. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Pembatasan tersebut tanpa dilakukan secara disiplin, maka dia akan mendapatkan hasil kurva yang selalu bergerak. Oleh sebab itu sekali lagi pergerakan manusia ini yang terpenting adalah harus ditahan. Maka dari itu harus jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan yang terakhir adalah di rumah saja," pesan Heru.

Jika masyarakat masih tak disiplin hingga terjadi kenaikan signifikan pasien COVID-19 di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, Heru mengatakan bukan tidak mungkin pihaknya akan mengajukan perpanjangan PSBB.

"Oleh sebab itu pada saat ini lah nanti pada hari-hari terakhir, nanti kita belum tahu datanya. Kalau kemungkinan data 2 hari ini sangat drastis, kemungkinan bisa juga berubah tapi kalau modelnya seperti ini dimungkinkan ada penambahan," pungkasnya. (hil/iwd)