Cegah Gelombang Penularan Kedua, Pakar Sarankan PSBB Surabaya Raya Diperpanjang

Hilda Meilisa - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 21:20 WIB
Tim Surveillance COVID-19 Universitas Airlangga, DR. Dr. Windhu Purnomo, M.S
Tim Surveillance COVID-19 Universitas Airlangga, DR. Dr. Windhu Purnomo, M.S (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya -

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Surabaya, Sidoarjo dan Gresik akan berakhir Senin (11/4). Agar tak terjadi gelombang penularan kedua, pakar menyarankan agar PSBB bisa diperpanjang.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair yang juga menjadi Tim Surveillance COVID-19 Universitas Airlangga, DR. Dr. Windhu Purnomo, M.S mengatakan kendati kurvanya terlihat landai, bukan berarti penyebaran Corona telah berhenti.

"Kita tahu kasus per hari ini di Surabaya Raya ada yang sudah landai tapi ada yang belum stabil. Meskipun dia sudah landai dan stabil kalau kita putus, nanti bisa yang terjadi adalah gelombang penularan kedua. Itu yang kita ditakutkan," kata Windhu di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (8/5/2020).

Kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Windhu menyarankan agar PSBB di Surabaya tidak berhenti hanya 14 hari. Windhu yang menjadi tim kajian epidemiologi ini mengusulkan agar menambah 14 hari masa PSBB.

"Kami dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair mengusulkan kepada Ibu gubernur untuk PSBB tidak berhenti 14 hari. Karena tadi itu, tidak peduli kurvanya misalnya Gresik sudah bagus, tapi hati-hati karena belum selesai itu (penularannya). Jadi Kami mengusulkan kepada Ibu Gubernur PSBB tidak berhenti di 14 Hari karena 14 hari hanya sebagai evaluasi yang saya sebut sebagai milestone," paparnya.

"Hendaknya PSBB dilengkapi sampai 28 hari jadi ditambah. Ini usulan kami diperpanjang, ditambah 14 hari kemudian. Kenapa? Supaya jangan sampai terjadi gelombang penularan kedua," pesan Windhu.

Hal ini, lanjut Windhu bukan tak berdasar. Windhu mengatakan PSBB memang dilakukan 14 hari selama masa penularan virus. Namun nyatanya, masa penularan virus bermacam-macam.

Windhu menyebut sebelum seseorang tersebut terkonfirmasi positif, sangat mungkin menularkan virus ke orang lain. Karena masa infeksius atau masa menulari seseorang itu tidak hanya 14 Hari.

Pasien positif Corona yang memiliki gejala ringan sampai sedang, proses menularinya sampai 21 hari. Sedangkan pasien bergejala berat, proses penularannya bisa sampai 25 hari.

"Itulah pentingnya kita harus hati-hati dengan yang di luar. Jadi masa infeksius dari orang yang sudah terinfeksi itu panjang, selama itu dia akan menulari terus. Kalau tidak di karantina atau di isolasi," pungkasnya.

(hil/iwd)