6 Jemaah Tarawih di Sidoarjo Reaktif Rapid Test, Ini Kata Pemprov Jatim

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 04:59 WIB
Enam dari 123 jemaah tarawih Masjid Al Ikhlas Desa Bluru, Kecamatan Kota Sidoarjo reaktif saat rapid test. Pemprov Jatim tekankan pentingnya menerapkan physical distancing.
Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya -

Enam dari 123 jemaah tarawih Masjid Al Ikhlas Desa Bluru, Kecamatan Kota Sidoarjo reaktif saat rapid test. Pemprov Jatim tekankan pentingnya menerapkan physical distancing.

Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso mengatakan, penyebaran COVID-19 bisa terjadi di mana saja. Termasuk di tempat ibadah.


Bahkan Kohar menyebut, klaster masjid pernah terjadi di Surabaya Saat ada jemaah yang tertular ketika mengikuti pelatihan petugas ibadah haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) Sukolilo.

"Bentuk klaster masjid memang ada beberapa di Surabaya. Ada klaster masjid itu karena salah satu dia ikut pelatihan yang dulu yang haji tapi itu sudah lewat," kata Kohar di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (7/5/2020).

Kohar tak memungkiri penularan di masjid bisa terjadi. Sebab para jemaah yang beribadah memiliki riwayat perjalanan dari wilayah zona merah atau rentan.

Kohar pun mengingatkan pentingnya physical distancing dan penggunaan masker. Hingga tetap di rumah saja jika tak ada keperluan yang mendesak.


"Sekarang format yang lain adalah rupanya beliau ini aktivitasnya selain di masjid, jadi ada perdagangan. Sehingga ia membawa pada komunitas, oleh karenanya perlu dilakukan physical distancing, masker," papar Kohar.

"Lebih bagus syukur-syukur kalau kita bisa (rapid test) semua masyarakat bawa virus atau enggak ini kan bukan hal yang sederhana," pungkasnya.

(sun/bdh)