PSBB di Sidoarjo dan Gresik Dinilai Lebih Berhasil dari pada Surabaya

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 07 Mei 2020 22:01 WIB
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim dr Joni Wahyuadi
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim dr Joni Wahyuadi (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)

Di kesempatan yang sama, Joni menyebut keberhasilan PSBB itu tak hanya dari peran pemerintah. Namun, juga dari tingkat kepatuhan masyarakat. Sedangkan di Surabaya, Joni menyebut masyarakat masih banyak yang belum patuh.

"Memang PSBB itu nggak bisa hanya pemerintah sendiri, harus bareng-bareng bagaimana menggerakkan rakyat physical distancing kemudian alat proteksi diri seperti masker. Bisa dilihat sendiri. Monggo dilihat sendiri di Surabaya. Kalau mengharapkan seperti ini rasanya dengan situasi yang kita lihat sehari-hari di sini," jelas Joni.

Selain itu, Joni mengatakan sejak awal kasus COVID-19 di Gresik dan Sidoarjo memang persentasenya lebih kecil dari Surabaya. Namun tingkat penurunannya sudah mulai nampak.

Untuk itu, Joni meminta pemerintah Kota Surabaya agar lebih tegas dan agresif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Gresik sama Sidoarjo memang basisnya lebih sedikit, tapi dengan kasus sedikit yang lebih kecil dari Surabaya bisa hasilkan penurunan. Kalau di Surabaya kasusnya tinggi memang, upayanya harus lebih tinggi dari Gresik dan Sidoarjo. Mohon maaf ini kajian dari sisi ilmiah, ndak ada dari politis," pungkas Joni.

Sementara dari data yang dihimpun, jumlah kasus Corona di Surabaya mencapai 592 pasien. Ada 91 pasien yang sembuh dan 78 pasien meninggal dunia.

Sedangkan di Sidoarjo, ada 152 pasien positif COVID-19. dari data ini ada 13 pasien yang sembuh dan 16 yang meninggal. Untuk data di Gresik total ada 37 kasus positif Corona, 8 Pasien Sembuh dan 6 meninggal.


(hil/iwd)