Bermodal Jenglot yang Diaku Bisa Gandakan Uang, Pria Ini Tipu Rp 370 Juta

Yakub Mulyono - detikNews
Rabu, 06 Mei 2020 03:26 WIB
penipuan jenglot
Abdul Kahar, pelaku penipuan gunakan jenglot (Foto: Yakub Mulyono)
Jember -

Bermodal sebuah benda yang diaku sebagai jenglot, seorang pria di Jember berhasil melakukan penipuan hingga mencapai ratusan juta rupiah. Modusnya, pelaku mengaku bisa melipatgandakan uang hingga miliaran rupiah.

Pelaku penipuan ini adalah Abdul Kahar (62), warga Dusun Gumuk Segawe, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung. Sedangkan korban adalah Romlan (62), warga Desa Grati, Kecamatan Grati, Pasuruan.

"Melalui temannya, korban ini awalnya datang ke rumah tersangka. Kepada korban, tersangka mengaku bisa menggandakan uang hingga miliaran dengan media jenglot," kata Kapolsek Jenggawah AKP Sunarto, Selasa (5/4/2020).

Percaya dengan ucapan Abdul Kahar, Romlan pun kemudian mengirim sejumlah uang. Caranya dengan tranfer ke nomor rekening bank milik anak Abdul Kahar.

"Transfer secara bertahap, mulai Oktober 2019. Totalnya mencapai Rp 370 juta," kata Sunarto.

Kepada Romlan, Abdul Kahar mengaku uangnya sudah dikubur di tempat pemakaman. Dan dengan media jenglot, uang yang disetor bisa berlipat menjadi Rp 3 miliar.

"Tapi sampai menunggu lama, korban ini tak juga mendapatkan hasil. Uangnya yang katanya bisa berlipat tak juga terwujud," ujar Sunarto.

Akhirnya Romlan meminta ke Abdul Kahar agar uang yang disetor dikembalikan saja. Namun hal ini pun tak bisa dipenuhi Abdul Kahar. Akhirnya Romlan melaporkan Abdul Kahar ke polisi.

Barang bukti yang diamankanBarang bukti yang diamankan (Foto: Yakub Mulyono)

"Korban melapor ke kita. Dan kita tindaklanjuti. Kemarin tersangka pelaku penipuan itu sudah kita tangkap," tandas Sunarto.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sebuah benda mirip patung jenglot, uang mainan 150 lembar, tas berisi mainan, 26 lembar struk transfer dan sebuah buku tabungan.

"Ternyata yang katanya uangnya dikubur itu bukan uang asli yang dikirim korban, tapi uang mainan. Uang aslinya nggak dikubur sama sekali. Uang mainannya sudah kita sita sebagai barang bukti," kata Sunarto.

"Kita akan kembangkan kasus ini. Sebab kuat dugaan melibatkan orang lain. Korbannya juga kita duga lebih dari satu. Juga tentang kemana larinya uang milik korban, juga kita telusuri, mengingat jumlahnya sangat besar," sambung Sunarto.

(iwd/iwd)