Polisi Didesak Segera Ungkap kasus Tuduhan Dukun Santet di Situbondo

Ghazali Dasuqi - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 20:24 WIB
santet di situbondo
Keluarga yang dituduh dukun santet di tempat pengungsian (Foto: Ghazali Dasuqi)
Situbondo - Kasus perusakan rumah pasutri LT (65) dan WN (55) yang dituduh dukun santet di Situbondo, mulai dapat sorotan. Polisi didesak bekerja cepat mengungkap pelaku perusakan tersebut.

Sebab, tindakan vandalisme atau perusakan itu dinilai tidak spontan dan dilakukan secara bergerombol. Sehingga, mustahil kalau kasus ini sampai tidak terungkap.

"Tapi nyatanya sampai sekarang belum ada pelaku yang ditahan. Tindakan vandalisme seperti ini harus dicegah, pelakunya harus ditindak tegas," kata pengacara keluarga korban, Supriyono kepada detikcom, Selasa (5/5/2020).

Menurut dia, tindakan vandalisme itu dilakukan secara terang-terangan dan bergerombol. Bahkan, bisa jadi tindakan perusakan itu juga didahului dengan perencanaan. Sehingga polisi mestinya bisa lebih cepat melakukan pengungkapan. Apalagi, sudah ada beberapa nama diduga pelaku yang disampaikan oleh saksi korban.

"Jadi, masalah ini harus jadi perhatian dan ada tekanan-tekanan (pressure) kepada para pelaku," imbuh pengacara asal Besuki itu.

Selebihnya, Supriyono juga mendesak, agar hak-hak korban segera dikembalikan. Selain dari pengembalian nama baik korban yang dituduh dukun santet, sebagai warga negara keluarga korban juga berhak kembali menempati rumah tinggalnya dengan aman. Di samping itu, korban juga berhak mendapatkan ganti rugi.

"Walaupun tidak semua bisa diukur dengan rupiah. Misalnya rasa traumatik yang dialami korban sampai saat ini. Makanya, kami berharap ada mediasi yang dilakukan oleh pemerintah. Kalau tidak, tidak kemungkinan kami juga akan tempuh jalur perdata," tegas pria yang juga berprofesi dosen itu.

Dihubungi terpisah, Kapolres Situbondo AKBP Sugandi mengatakan, hingga saat ini proses hukum kasus perusakan bermotif tuduhan dukun santet itu masih terus berlangsung. Bahkan, penyidik Satuan Reskrim mulai mengarahkan pemeriksaan kepada nama-nama, yang sempat disebut-sebut terlibat perusakan oleh para saksi sebelumnya.

"Ada tiga nama yang sudah kita kantongi. Akan segera kita periksa. Tapi status mereka masih saksi. Yang jelas, proses hukum kasus ini masih terus berjalan," tegas Sugandi. (iwd/iwd)