Pemudik dari Pelabuhan Banyuwangi Langsung Dikarantina di GOR Tawangalun

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 17:12 WIB
Pendatang dari Pelabuhan Banyuwangi Langsung Dikarantina ke GOR Tawangalun
GOR Tawangalun disiapkan untuk karantina pemudik (Foto: Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Banyuwangi telah menetapkan kebijakan bagi pemudik yang datang langsung dikarantina di GOR Tawangalun. Pemkab Banyuwangi menyiapkan bus untuk membawa penumpang asal Banyuwangi yang datang di Pelabuhan Ketapang. Adapun penumpang dari kota/kabupaten lain dipersilakan melanjutkan perjalanan.

Kadis Pemuda Dan Olahraga Banyuwangi, Zen Kostolani selaku koordinator karantina pemudik di GOR mengatakan, total ada enam pemudik asal Pulau Bali yang digiring ke GOR sejak Senin malam (4/5/2020).

"Total sudah enam orang pemudik yang ada di GOR, namun empat orang sudah dijemput oleh aparat desa dan keluarga sejak tadi pagi. Dan rencananya dua pemudik lainnya siang ini sudah dijemput semua oleh aparat desa," ungkap Zen kepada wartawan, Selasa (5/5/2020).

Zen menjelaskan bahwa pemudik yang masuk lewat Pelabuhan Ketapang akan langsung dibawa menuju GOR. Di sana, mereka akan didata dan diberi pilihan.

"Mau karantina di GOR atau di rumah isolasi yang ada di desa. Yang berniat isolasi mandiri, pihak kecamatan atau desa akan koordinasi dengan keluarganya untuk dilakukan penjemputan pemudik di GOR," ujarnya.

Untuk yang kembali di desa, dibuatkan perjanjian. "Apabila tidak menaati karantina, bersedia dijemput oleh petugas untuk dikarantina di tempat yang disediakan Pemkab Banyuwangi, salah satunya GOR Tawangalun," kata Zen.

Sementara Plt Kadishub Banyuwangi, Ali Ruchi mengatakan, khusus warga Banyuwangi yang baru tiba di Pelabuhan Ketapang, usai dilakukan cek kesehatan, langsung dibawa menggunakan bus menuju GOR untuk dikarantina selama 14 hari

"Disediakan tiga bus di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk mengangkut para penumpang asal Banyuwangi," jelas Ali.

Menurut Ali, untuk penumpang kapal penyeberangan Gilimanuk-Ketapang, didominasi pejalan kaki. Namun penumpang-penumpang tersebut tidak hanya berasal dari Banyuwangi saja, melainkan banyak dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Jember, Probolinggo, Lumajang, Surabaya, dan lainnya.

"Banyak penumpang yang tujuannya tidak ke Banyuwangi, melainkan ke berbagai daerah. Untuk mereka kami persilakan melanjutkan perjalanan," kata Ali.

Sementara khusus yang tujuannya ke Banyuwangi langsung dibawa ke GOR Tawangalun untuk dikarantina selama 14 hari.

"Di GOR disediakan berbagai fasilitas seperti tempat tidur dan fasilitas lainnya. Mereka yang menjalani karantina akan dicukupkan kebutuhan makan dan minum," kata Ali.

Sebenarnya, untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi telah tidak melayani penyeberangan bagi penumpang pejalan kaki, roda dua, kendaraan roda empat dan kendaraan angkutan penumpang seperti minibus dan bus, menuju Bali, sejak Jumat (1/5). Namun, karena terjadi penumpukan orang di Gilimanuk yang hendak menuju Pulau Jawa, sehingga diberlakukan buka tutup.

(fat/fat)