1.124 Positif COVID-19 di Jatim, Pemprov Siapkan RS Darurat Khusus OTG

Faiq Azmi - detikNews
Selasa, 05 Mei 2020 15:48 WIB
gubernur khofifah sidak rs darurat di Puslitbang Manajemen dan Humaniora Kesehatan
Gubernur Khofifah tinjau RS Darurat di Jalan Indrapura (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Jumlah kasus positif COVID-19 di Jawa Timur hingga kini berjumlah 1.124 orang. Pemprov Jatim telah menyiapkan rumah sakit darurat di Puslitbang Manajemen dan Humaniora Kesehatan, khusus pasien Corona bergejala ringan.

"Jadi ini yang kita sebut rumah sakit darurat. Jadi kita mengajukan ke Kemenkes untuk diizinkan menggunakan gedung ini Puslitbang Kemenkes di Surabaya," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengecek kesiapan bangunan di Jalan Indrapura, Surabaya, Selasa (5/5/2020).

Khofifah menjelaskan rumah sakit darurat tersebut disiapkan sebagai tempat untuk memberikan pelayanan bagi pasien positif COVID-19 dengan klinis rendah hingga sedang. Untuk pasien dengan klinis yang berat, Ketum PP Muslimat ini memastikan akan dibawa ke rumah sakit rujukan utama.

"Jadi kalau yang berat ya harus dirujuk ke RSU dr Seotomo atau RSUA juga bisa ke RSU Saiful Anwar gitu. Tapi yang ringan kan ada yang seperti Orang Tanpa Gejala (OTG) itu mereka positif, tetapi mereka kelihatan baik-baik saja," jelas Khofifah.

"Sebetulnya tanda-tanda klinisnya OTG itu enggak nampak gitu, nah tapi mereka harus dirawat. Kenapa demikian, tadinya kan kita berharap OTG akan isolasi mandiri tapi kalau isolasi mandiri nanti enggak betah di rumah, ada kemungkinan dia jalan-jalan padahal dia carrier," lanjutnya.

Mantan Mensos RI ini berharap agar pasien OTG bisa stay di rumah sakit darurat agar tidak menyebarkan virus kemana-mana. Setelah PCR Swab 2 kali dan dinyatakan negatif, baru pasien OTG diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

Khofifah menambahkan pasien OTG cenderung tidak merasakan gejala sama sekali. Sehingga, ada kemungkinan mereka bosan di rumah dan memilih keluar untuk membuang rasa bosan mereka.

"Karena apa mereka tidak merasa demam, tidak merasa batuk, tidak merasa sesak nafas, jadi mungkin di rumah tidak betah sementara carrier itu yang bisa menimbulkan kemungkinan menyebarnya virus ini. Ini yang kita fokuskan di rumah sakit darurat ini," pungkasnya.

Simak video 'OTG' Corona, Kasus yang Buat Pemerintah Wajibkan Masker:

(fat/fat)