Bagikan Masker, Bupati Anas Ingatkan Peran Penting Kades Tangani COVID 19

Ardian Fanani - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 22:02 WIB
corona banyuwangi
Bupati menyerahkan masker kepala kepala desa (Foto: Istimewa)
Banyuwangi -

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Banyuwangi terus membagikan masker. Kali ini, giliran desa yang berada di Kecamatan Kabat, Rogojampi, Blimbingsari, Songgon dan Singojuruh yang mendapat masker.

"Mohon masker ini dibagikan kepada warganya secara langsung. Jangan dibagikan di jalan atau di pasar. Ini tidak efektif. Karena bisa jadi, bukan warga setempat," ungkap Bupati Abdullah Azwar Anas yang merupakan ketua Gugus Tugas, saat pembagian masker kepada sejumlah kepala desa di halaman Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin petang (4/5/2020).

Kali ini, ada 120 ribu masker yang disalurkan ke 54 desa. Sebelumnya pemkab telah membagi 138 ribu masker kepada puluhan desa lainnya. Pembagian masker ini adalah bagian dari pesanan satu juta masker Pemkab banyuwangi kepada UMKM lokal.

Jumlah masker yang disediakan oleh pemerintah, imbuh Anas, memang tidak sebanding dengan jumlah penduduk Banyuwangi yang mencapai 1,7 juta jiwa. Satu juta masker yang disediakan bisa memantik kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Memang tidak semua warga bisa mendapat masker dari Gugus Tugas, tapi minimal dengan pembagian masker ini diharapkan bisa mendorong kesadaran warga untuk menggunakan pelindung diri," ujar Anas.

Pada kesempatan tersebut, Anas juga meminta kepala desa untuk terus memperketat pemantauan terhadap pemudik. Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan pemantauan online terhadap para pendatang dari luar kota. Hasil pemantauan tersebut tersambung ke jaringan smart kampung di masing-masing desa. Hal ini, perlu kesigapan dari stekholder desa untuk menindaklanjuti.

"Mohon segera ditindaklanjuti pemberitahuan yang muncul di smart kampung. Jangan sampai dibiarkan begitu saja. Pastikan para pendatang di karantina, langsung isolasi," imbuh Anas.

Selain itu, kini Banyuwangi juga akan menggiring para pemudik yang tetap nekad pulang mudik untuk dikarantina di areal GOR Tawangalun. Mereka akan dikarantina selama 14 hari. Atau bisa melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing ketika sudah dijemput oleh kepala desanya.

"Jangan sampai Idul Fitri yang seharusnya bergembira, justru merana dikarenakan tertular COVID-19," tegas Anas.

Tidak hanya soal pemudik, Anas juga meminta para kepala desa untuk terus mendata warga miskin dan terdampak. Data tersebut akan menjadi acuan untuk penyaluran bantuan dari berbagai skema yang diberikan oleh pemerintah. Baik dari kementerian, provinsi maupun dari kabupaten sendiri.

"Kita mendapat tambahan kuota yang cukup besar dari kementerian sosial maupun provinsi. Mohon jangan sampai ada warga miskin dan warga terdampak yang terlewat pendataan sehingga tidak sampai mendapat bantuan. Dalam hitungan kami, semua warga miskin akan bisa terkover dengan bantuan keroyokan yang ada," pungkas Anas.

(iwd/iwd)