Khofifah Sebut Pemkot Surabaya Lambat Tangani Corona Klaster PT Sampoerna

Faiq Azmi - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2020 15:29 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah jumpa pers di grahadi
Gubernur Khofifah di Grahadi (Foto: Faiq Azmi/detikcom)
Surabaya -

Pabrik rokok PT HM Sampoerna Tbk Rungkut 2 Surabaya berpotensi menjadi klaster terbesar penyumbang pasien positif Corona di Jawa Timur. Pemkot Surabaya dinilai lambat menangani hal tersebut.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan ada respons yang lambat terkait penanganan awal risiko penularan COVID-19 di pabrik tersebut. Padahal sejak 14 April 2020, pihak perusahaan telah melapor ke Dinkes Surabaya.

"Ini agak terlambat responnya. Tanggal 14 April sudah dilaporkan ke Dinkes Surabaya. Mungkin entah karena tidak detail laporannya, jadi tidak langsung ditindaklanjuti," kata Khofifah di Grahadi, Sabtu (2/5/2020).

Khofifah sendiri baru mengetahui kabar tersebut pada Kamis (28/4) sore lalu. Setelah tahu kabar tersebut, Khofifah langsung meminta Ketua Rumpun Kuratif, dr Joni serta Ketua Rumpun Tracing, dr Kohar untuk mencari tahu informasi lebih dalam agar memudahkan proses penanganan serta tracing.

"Pabrik itu ternyata sudah tidak berproduksi pada 26 April. Saya meminta dokter Kohar berkoordinasi secara intensif melakukan tracing bersama dokter Joni," kata Khofifah.

Tonton video Pasien Corona di Lombok Kabur Lewat Jendela RS:

Selanjutnya
Halaman
1 2