Penyeberangan Gilimanuk Diminta Tak Jual Tiket Penumpang Menuju Banyuwangi

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 18:35 WIB
corona banyuwangi
Bupati Anas mendatangi Pelabuhan Ketapang (Ardian Fanani/detikcom)
Banyuwangi -

Untuk meminimalkan penyebaran virus Corona, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Banyuwangi meminta Pelabuhan Gilimanuk, Bali, tidak membuka lagi penjualan tiket penyeberangan bagi penumpang menuju Banyuwangi.

"Kami akan mengirimkan surat resminya. Saya sudah mohon izin ke Bapak Gubernur Bali melalui WhatsApp terkait hal tersebut," kata Bupati Anas saat meninjau titik pengecekan pendatang di Terminal Brawijaya bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, Kamis (30/4/2020).

Anas mengatakan opsi tersebut diambil setelah melihat pemudik yang masuk ke Banyuwangi dari Pulau Bali terus berdatangan. Padahal jumlah orang yang hendak menyeberang ke Pulau Bali sudah dibatasi dengan ketat sebagaimana permintaan Pemprov Bali.

"Kami mendapatkan laporan, jumlah penyeberangan yang ke Bali hanya 20 orang, tapi yang dari Bali ke Banyuwangi sebanyak 526 orang. Maka kami ada opsi masukan untuk berkoordinasi agar penyeberangan dari Gilimanuk dibatasi," ujar Anas.

Jika tetap ada pemudik yang masuk ke Banyuwangi melalui Pelabuhan Ketapang, kata Anas, langsung akan digiring untuk dikarantina selama 14 hari di rumah singgah yang telah disiapkan, baik di desa-desa maupun dormitory milik Pemkab Banyuwangi.

"Demi keselamatan bersama, yang datang harus dikarantina 14 hari," imbuh Anas.

Anas menegaskan permintaan pelarangan penjualan tiket penyeberangan tersebut hanya bagi penumpang. Namun untuk distribusi logistik tak ada perubahan.

"Kalau untuk melayani penyeberangan logistik dan angkutan barang, tentunya tidak akan ditutup, apalagi untuk urusan kebutuhan pokok," kata Anas.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara mengatakan pihaknya turut mendukung upaya meminimalisasi jumlah pendatang. Bahkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemkab Gilimanuk terkait penutupan penjualan tiket tersebut.

"Pemkab Gilimanuk merespons baik permintaan Banyuwangi tersebut. Ini salah satu upaya yang sangat baik untuk menghentikan kedatangan pemudik," ujar Arman.

Sementara itu, kata Arman, sejak dilaksanakan Operasi Ketupat oleh Polresta Banyuwangi, pihaknya telah menghalau pendatang yang hendak masuk ke Banyuwangi dengan rincian sebanyak 129 kendaraan roda dua dan 29 kendaraan roda empat.

"Rata-rata pemudik datang dari daerah merah," pungkas Arman.

(iwd/iwd)