Khofifah Minta Industri di Surabaya Raya Atur Ulang Shift Kerja Selama PSBB

Hilda Meilisa - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 15:43 WIB
Khofifah di gedung negara grahadi
Gubernur di Grahadi (Foto: Istimewa)
Surabaya -

Setelah mengevaluasi jalannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengundang Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Khofifah meminta para pengusaha bisa mengatur ulang shift kerja karyawannya selama PSBB.

Menurut Khofifah hal ini penting untuk pencegahan penyebaran COVID-19 di Jatim. Karena di hari pertama PSBB kemarin, jalur masuk Surabaya dari Sidoarjo, tepatnya di Bundaran Waru dipenuhi kendaraan para pekerja.

Dari evaluasi memang terlihat faktor yang menjadi penyebab tingginya arus lalu lintas dan mobilitas penduduk di luar rumah saat PSBB. Sebab, masyarakat masih keluar rumah menuju tempat kerja.

"Maka kemarin sore kami bersama Pangdam dan Kapolda Jatim kordinasi dengan sejumlah pengusaha anggota dari Apindo Jawa Timur khususnya yang ada di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (29/4/2020).

"Kita ingin mengkoordinasikan agar sektor industri, perkantoran, turut melakukan pembatasan proses kerja di tempat kerja dengan melakukan pengaturan ulang shift kerja," imbuhnya.

Pembatasan proses bekerja di tempat kerja ini ada di dalam Pergub No 21 Tahun 2020, tentang pedoman PSBB. Khofifah menyebut aturan ini ada di pasal 9. Sebagaimana dalam pembatasan proses bekerja di tempat kerja diganti dengan bekerja di rumah atau work from home.

"Jika pembatasan bekerja di tempat kerja ini dilakukan oleh sektor industri, maka kami berharap akan signifikan menurunkan mobilitas masyarakat di luar rumah. Karena sebagian besar masyarakat yang masuk ke Surabaya di check point Waru itu adalah mereka yang menuju tempat kerja. Kita juga akan menambah check point agar lalu lintas lebih lancar," lanjut Khofifah.

Dari hasil pertemuan itu terjadi kesepakatan adanya pembatasan kegiatan bekerja di tempat kerja. Para pengusaha akan segera memberikan daftar dan laporan pelaksanaan pembagian jam kerja di tempat kerja, agar bisa mengurangi mobilitas masyarakat di luar rumah demi memotong mata rantai penularan COVID-19.

"Evaluasi day by day akan terus kita lakukan. Hari pertama ini juga kita lakukan evaluasi total malam ini. Intinya kami mencari format yang terbaik. Tapi yang perlu dipahami bersama adalah semua harus sama-sama membangun kesadaran bahwa tujuan PSBB adalah untuk melindungi masyarakat. Tapi yang mau bekerja tidak serta-merta kami larang, tapi ada sektor yang menjadi pengecualian tetap diizinkan," papar Khofifah.

Di hari pertama pelaksanaan PSBB, para petugas gabungan melakukan pengecekan mobilitas masyarakat di 19 check point di Kota Surabaya, 13 check point di Kabupaten Gresik dan 20 check point di Kabupaten Sidoarjo.

Hari Kedua PSBB di Surabaya, Lalin Masuk Kota Lancar:

(hil/fat)