Meski Rapid Test Nonreaktif, Satu PDP Ponorogo Tetap Dimakamkan Protap Corona

Charolin Pebrianti - detikNews
Senin, 27 Apr 2020 12:03 WIB
Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni
Bupati Ponorogo Ipong (Foto: Charolin Pebrianti/detikcom)
Ponorogo - Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Desa Sukorejo meninggal dunia. Pasien tersebut dimakamkan dengan protap Corona.

"Pasien datang ke RSUD dr. Harjono tanggal 21 April 2020, mengeluhkan nyeri perut, batuk, mual dan muntah," tutur Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni kepada detikcom, Senin (27/4/2020).

Ipong menambahkan setelah 3 hari menjalani perawatan, kondisi pasien semakin memburuk. Ditambah usia pasien yang sudah mencapai 86 tahun.

"Beliau meninggal pada tanggal 24 April, sekitar pukul 14.50 WIB," terang Ipong.

Pasien tersebut, lanjut Ipong, berstatus PDP karena dari zona merah. Meski begitu hasil rapid test menunjukkan yang bersangkutan nonreaktif (negatif).

"Kita juga sudah melakukan swab, tapi belum keluar hasilnya," papar Ipong.

Data di Dinkes Ponorogo, per 26 April 2020 pukul 18.58 WIB, ada 9 pasien positif Corona, dengan rincian 1 pasien dinyatakan sembuh dan 8 pasien isolasi RS. Kemudian ada 27 Pasien dalam Pengawasan (PDP), dengan rincian 11 pasien isolasi mandiri dan 2 pasien isolasi RS, lulus isolasi 13 pasien dan meninggal dunia 1 pasien.

Lalu ada 383 Orang Sakit dalam Pemantauan (ODP) dengan rincian 68 orang isolasi mandiri dan 6 pasien isolasi RS serta lulus isolasi 309 pasien.

Mengenal Kit Reagen Tes Corona yang Stoknya Sering Habis di Lab:

(fat/fat)